Minggu, 17 Februari 2013
Pepaya Ampuh Turunkan Kadar Kolesterol
Menjaga tubuh tetap sehat tidaklah sulit dan mahal. Konsumsi buah dan sayuran segar yang cukup bisa jadi solusi. Selain itu sejumlah khasiatnya juga bisa didapat. Seperti mencegah sejumlah penyakit hingga menjaga kolestrol darah tetap stabil.
Makan sayuran dan buah ternyata juga bisa sekaligus menurunkan berat badan. Selain itu juga mencegah risiko terkena kanker. Berikut lima daftar makanan yang baik dikonsumsi agar tubuh tetap sehat.
1. Pepaya
Pepaya merupakan sumber vitamin A, C dan E, juga kaya akan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Sedangkan kandungan enzim papain dan chymopapainnya bersifat sebagai anti inflamasi. Pepaya juga mengandung likopen untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat pada pria.
2. Apel
Apel umumnya dikonsumsi para pelaku diet untuk camilan. Siapa sangka jika buah apel juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Menurut sebuah penelitian, wanita yang makan buah apel setiap hari dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Sedangkan kandungan flavonoidnya dapat membantu mencegah risiko Alzheimer.
3. Nanas
Buah renyah dan manis ini mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Seperti kalsium, kalium, serat, vitamin C dan mangan yang berguna untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu, kandungan zat bromelain di dalamnya dapat mengatasi batuk dan mengencerkan dahak.
4. Brokoli
Brokoli kaya akan kalsium yang baik untuk tulang dan gigi. Di dalamnya juga mengandung senyawa lutein dan zeaxantihin yang dapat menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko rabun senja saat usia lanjut.
5. Tomat
Buah berwarna merah yang satu ini kaya akan vitamin A dan C. Kandungan antioksidannya yang berupa lycopene, merupakan zat anti-kanker. Tomat juga dapat menjaga kesehatan jantung karena tinggi serat, potasium, vitamin B dan niacin.
Sumber: *
Kamis, 31 Januari 2013
Lima Makanan Peningkat Gairah Seks Pria
Ingin menjadi laki-laki dengan julukan perkasa? tentu ini idaman setiap pria, karena itu faktor gairah seks salah-satu terpenting.
Jika Gairah seks Anda loyo, jangan khawatir, gairah seks Anda bisa bangkit dengan mengonsumsi lima makanan di bawah ini.
1. Alpukat
Alpukat dikenal sebagai afrodisiak yang baik untuk jantung karena kaya lemak tak jenuh. Makanan apa pun yang dapat menjaga jantung berdetak dengan baik membantu darah mengalir ke tempat yang tepat. Riset memperlihatkan bahwa pria yang menderita kelainan jantung memiliki risiko disfungsi ereksi dibanding dengan pria dengan jantung sehat.
2. Kacang almond
Almond telah lama dikenal dapat meningkatkan gairah, stimulasi seksual, dan juga kerap dikaitkan dengan kesuburan. Almond sangat kaya nutrisi dan mengandung mineral yang penting bagi kesehatan seksual dan reproduksi seperti zinc, selenium, dan vitamin E. “Zinc menambah libido dan hasrat seksual,” kata Berman.
3. Strowberi
Warnanya yang merah membantu membakar gairah. Selain itu, strowberi juga merupakan sumber asam folat, salah satu jenis vitamin B yang membantu mengurangi risiko saat melahirkan pada perempuan. Sementara bagi pria, asam folat meningkatkan jumlah sperma.
4. Makanan laut
Selain kerang yang sudah terkenal sebagai afrodisiak, makanan dari laut lainnya juga banyak mengandung zinc. Selain itu, ikan kaya akan omega-3 yang baik untuk jantung.
5. Sitrus/jeruk
Jeruk jenis apa pun memiliki asam folat, vitamin C, dan aktioksidan yang penting bagi kesehatan reproduksi pria. Anda dapat mendapat manfaatnya dengan mengonsumsi jeruk mandarin, atau mencampurkan jeruk nipis atau lemon ke masakan Anda.
Jika Gairah seks Anda loyo, jangan khawatir, gairah seks Anda bisa bangkit dengan mengonsumsi lima makanan di bawah ini.
1. Alpukat
Alpukat dikenal sebagai afrodisiak yang baik untuk jantung karena kaya lemak tak jenuh. Makanan apa pun yang dapat menjaga jantung berdetak dengan baik membantu darah mengalir ke tempat yang tepat. Riset memperlihatkan bahwa pria yang menderita kelainan jantung memiliki risiko disfungsi ereksi dibanding dengan pria dengan jantung sehat.
2. Kacang almond
Almond telah lama dikenal dapat meningkatkan gairah, stimulasi seksual, dan juga kerap dikaitkan dengan kesuburan. Almond sangat kaya nutrisi dan mengandung mineral yang penting bagi kesehatan seksual dan reproduksi seperti zinc, selenium, dan vitamin E. “Zinc menambah libido dan hasrat seksual,” kata Berman.
3. Strowberi
Warnanya yang merah membantu membakar gairah. Selain itu, strowberi juga merupakan sumber asam folat, salah satu jenis vitamin B yang membantu mengurangi risiko saat melahirkan pada perempuan. Sementara bagi pria, asam folat meningkatkan jumlah sperma.
4. Makanan laut
Selain kerang yang sudah terkenal sebagai afrodisiak, makanan dari laut lainnya juga banyak mengandung zinc. Selain itu, ikan kaya akan omega-3 yang baik untuk jantung.
5. Sitrus/jeruk
Jeruk jenis apa pun memiliki asam folat, vitamin C, dan aktioksidan yang penting bagi kesehatan reproduksi pria. Anda dapat mendapat manfaatnya dengan mengonsumsi jeruk mandarin, atau mencampurkan jeruk nipis atau lemon ke masakan Anda.
Label:
afrodisiak,
almond,
Alpukat,
asam folat,
gairah,
jeruk,
kacang,
kelainan jantung,
laut,
lima,
makanan,
omega-3,
peningkat,
pria,
seks,
selenium,
sitrus,
strowberi,
vitamin E,
zinc
Disfungsi Ereksi Terkait Penyakit Jantung & Kematian Dini?
Sebuah penelitian di Australia menemukan bukti bahwa pria dengan disfungsi ereksi (ED) memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, bahkan meski tidak memiliki sejarah masalah jantung sekalipun, dan juga berisiko lebih besar alami kematian dini.
Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.
“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.
“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.
Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.
“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.
Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.
“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.
“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.
Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.
“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.
Label:
Australia,
dini,
disfungsi,
ED,
ereksi,
hubungan,
jantung,
kematian,
langsung,
penelitian,
penyakit,
PLOS Medicine,
pria,
Profesor Emily Banks,
risiko,
silent signal,
Zeenews.com
Rabu, 30 Januari 2013
Begini Efek Narkoba yang Dipakai Raffi Ahmad
Penggunaan berlebih jenis narkoba cathinone (katinon) ternyata memiliki efek negatif bagi pengguna. Selain ketergantungan, juga berpotensi menjerumuskan pengguna hingga kematian.
“Istilahnya jantung dipacu sepaya terus bekerja. Kalau terus-menerus, ya rusak akhirnya,” ujar Kepala Laboratorium Kimia Universitas Indonesia, Sunardi, Selasa, 29 Januari 2013.
Katinon merupakan senyawa yang dihasilkan dari tumbuhan. Zat tersebut biasa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh ternak. Namun, saat ini zat tersebut telah banyak dikonsumsi manusia karena fungsinya setara dengan amphentamin, jenis narkotik yang biasa digunakan di Tanah Air. “Mengilangkan sakit, capek, dan terus bersemangat,” ujarnya.
Untuk Indonesia, peredaran barang tersebut belum dikategorikan sebagai narkotik dan lazim digunakan untuk ternak. Barang tersebut masuk dari luar negeri berberengan dengan proses importase hewan ternak. Akibatnya, banyak petugas meloloskan barang tersebut. "Karena memang ditujukan buat hewan, bukan untuk manusia," ujarnya.
Sunardi menduga, seiring tertangkapnya 17 artis dan pesohor di rumah Raffi Ahmad, semakin banyak pengguna beralihmengkonsumsi jenis ini. "Kecenderungan memang ke arah situ. Barangnya mudah dan belum termasuk narkotik di Indonesia,” kata dia.
Ia menyatakan, beberapa efek samping yang akan diperoleh pengguna bila mengkonsumsi barang ini secara berlebih, yakni hilang nafsu makan, mudah marah, imsomnia (sulit tidur), mudah panik saat mendapatkan serangan, menyebabkan serangan jantung, dan darah tinggi.
“Istilahnya jantung dipacu sepaya terus bekerja. Kalau terus-menerus, ya rusak akhirnya,” ujar Kepala Laboratorium Kimia Universitas Indonesia, Sunardi, Selasa, 29 Januari 2013.
Katinon merupakan senyawa yang dihasilkan dari tumbuhan. Zat tersebut biasa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh ternak. Namun, saat ini zat tersebut telah banyak dikonsumsi manusia karena fungsinya setara dengan amphentamin, jenis narkotik yang biasa digunakan di Tanah Air. “Mengilangkan sakit, capek, dan terus bersemangat,” ujarnya.
Untuk Indonesia, peredaran barang tersebut belum dikategorikan sebagai narkotik dan lazim digunakan untuk ternak. Barang tersebut masuk dari luar negeri berberengan dengan proses importase hewan ternak. Akibatnya, banyak petugas meloloskan barang tersebut. "Karena memang ditujukan buat hewan, bukan untuk manusia," ujarnya.
Sunardi menduga, seiring tertangkapnya 17 artis dan pesohor di rumah Raffi Ahmad, semakin banyak pengguna beralihmengkonsumsi jenis ini. "Kecenderungan memang ke arah situ. Barangnya mudah dan belum termasuk narkotik di Indonesia,” kata dia.
Ia menyatakan, beberapa efek samping yang akan diperoleh pengguna bila mengkonsumsi barang ini secara berlebih, yakni hilang nafsu makan, mudah marah, imsomnia (sulit tidur), mudah panik saat mendapatkan serangan, menyebabkan serangan jantung, dan darah tinggi.
Label:
amphetamin,
cathinon,
daya tahan,
efek,
importase,
jantung,
katinon,
kematian,
Kepala Laboratorium Kimia,
ketergantungan,
nafsu makan,
narkoba,
negatif,
Raffi Ahmad,
semangat,
Sunardi,
ternak,
tumbuhan,
UI
Rabu, 23 Januari 2013
Durian, Sang Raja Buah dengan Segudang Manfaat Sehat
“Smells like hell, but tastes like heaven..”
Itulah ungkapan singkat yang dilontarkan seorang turis asing setelah mencicipi buah durian asli Indonesia. Di Indonesia sendiri tidak sedikit yang menutup hidung dari aroma khas buah durian. Namun tak sedikit pula yang ketagihan setelah mencicipi ke’dahsyat’an rasanya.
Pohon durian merupakan tanaman liar yang berasal dari hutan Sumatra, kalimantan, dan Malaysia. Nama durian sendiri diambil dari karakteristik buahnya yang memiliki kulit rapat berduri dengan nama latin Durio zibenthinus Murr
Soal rasa, tidak ada yang bisa ‘mangkir’ dari kelezatan buah berduri yang satu ini.
Bahkan seorang naturalis bernama Alfred Russel Wallace mengatakan bahwa durian adalah buah yang mirip puding dan diperkaya dengan rasa almond, kadang-kadang seperti es krim rasa keju, bercampur saus bawang, anggur, dan bermacam rasa yang unik.
Kandungan Gizi Durian
Selain mendapat julukan ‘The King of Fruit’ durian juga mendapatkan julukan sebagai buah ‘bintang lima’ karena kandungan gizinya yang lengkap dibanding buah yang lain. Di antara kandungan nutrisi yang penting tersebut adalah vitamin B, vitamin C, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, omega 3 dan 6. Selain itu durian juga banyak mengandung phytonurient, polyphenol, phytosterol, antioksidan, organosulfur, dan tryptophan. Disamping itu juga ada zat gizi utama seperti karbohidrat, lemak tak jenuh, dan protein.
Menurut tim peneliti dari Ohio State University, phytonutrient yang terkandung dalam buah durian diklaim mampu mematikan zat penyebab kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kanker, diabetes, serta penyakit jantung.
Durian juga diperkaya dengan polifenol dan antioksidan seperti vitamin C. Kandungan vitamin C pada buah durian bisa mencapai 200 mg/100 gr daging buah. Angka tersebut merupakan nilai tertinggi kandungan vitamin C pada buah.
Department of Pharmacology & Toxicology, School of Medicine, State University of New York di Buffalo juga memberikan catatan penting tentang kandungan durian. Berdasarkan hasil riset mereka, kandungan zat phytosterol dalam durian berguna antara lain untuk memperbaiki reaksi anti tumor pada tubuh, memperbaiki daya tahan tubuh terhadap serangan kanker, dan membantu menghambat pertumbuhan tumor.
Manfaat Kesehatan Buah Durian
Selain rasa memiliki rasa yang nikmat dan kandungan nutrisi yang begitu lengkap, buah durian juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang tak kalah pentingnya, seperti:
Mencegah Penuaan Dini
Vitamin C yang terkandung dalam durian merupakan bahan baku pembuatan kolagen. Seperti kita ketahui bahwa kolagen adalah faktor penting dalam menjaga keremajaan kulit. Tak hanya itu, kolagen juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, tulang tendon, dan ligamen.
Mencegah Depresi
Kandungan vitamin B6 yang terdapat dalam buah durian juga dapat membantu memproduksi hormon serotonin. Hormon penting yang membuat suasana hati Anda menjadi lebih baik sehingga mencegah Anda dari risiko stres dan depresi.
Meningkatkan Kemampuan Otak
Sebuah studi yang dilakukan di Twickenham, London, Inggris, menyebutkan bahwa 200 pelajar diminta untuk mengonsumsi buah durian dalam jumlah cukup pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Hasilnya, lebih dari 80 persen siswa mengalami peningkatan kemampuan otak dalam menyerap pelajaran dan lebih berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diberikan.
Obat Tidur Alami
Bagi Anda yang susah tidur dan jarang mendapatkan tidur berkualitas, mungkin mengonsumsi durian bisa menjadi solusi alternatif yang tepat. Kandungan amino triptofan dalam durian dapat meringankan kecemasan, insomnia, dan menciptakan perasaan euforia dengan cara meningkatkan kadar serotonin pada otak. Serotonin merupakan zat penting untuk mengatur siklus tidur yang bekerja sama dengan zat lain yakni melatonin.
Lantas bagaimana dengan rumor yang beredar bahwa durian dapat membahayakan kesehatan?
Buah durian dapat mengganggu kesehatan jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Bahkan bisa mengakibatkan kematian jika Anda mengonsumsinya bersama dengan minuman beralkohol. Agar buah durian dapat dirasakan manfaat sehatnya, cukup konsumsi 100-200 gr saja sekali makan.
So, mengapa musti takut mengonsumsi durian?
Label:
Alfred Russel Wallace,
buah,
depresi,
diabetes,
durian,
Durio Zubentinus Murr,
kanker,
manfaat,
Ohio State University,
omega 3,
otak,
penuaan dini,
raja,
rasa,
Sumatra,
The King of Fruit,
tidur,
tryptophan
Selasa, 18 Desember 2012
7 Hal Mengejutkan Ini Menjadi Faktor Risiko Penyakit Jantung
Seseorang mungkin telah berusaha menjauhi faktor penyebab penyakit jantung seperti makanan berlemak, merokok dan kurangnya aktivitas fisik. Tetapi risiko penyakit jantung ternyata dapat meningkat karena faktor lain yang mungkin mengejutkan Anda.
Berdasarkan beberapa studi, 7 hal ini juga dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung. Seperti dilansir Besthealth, Selasa (18/12/2012), ketujuh faktor tersebut antara lain:
1. Golongan darah A, B atau AB
Menurut Harvard School of Public Health, orang dengan tipe darah A, B atau AB memiliki risiko penyakit jantung yang sedikit lebih tinggi dibanding orang dengan tipe darah O. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa risiko meningkat hingga 5 persen pada orang dengan golongan darah A, 11 persen pada orang dengan golongan darah B, dan 23 persen pada orang dengan golongan darah AB.
Para peneliti belum yakin mengapa ada perbedaan tersebut, tetapi ada bukti bahwa golongan darah O memiliki aliran darah yang lebih baik dan jenis golongan darah lainnya mungkin mengandung kolesterol jahat yang kadarnya lebih tinggi.
2. Sleep apnea yang tidak diobati
Para ilmuwan menemukan lebih banyak bukti bahwa sleep apnea, gangguan tidur di mana pernapasan berhenti secara periodik ketika tidur, terkait dengan penyakit kardiovaskuler. Orang dengan sleep apnea lebih mungkin memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung seperti obesitas dan diabetes.
Namun, dokter di La Fe University dan Polytechnic Hospital di Valencia, Spanyol, baru-baru ini menemukan bahwa ketika seseorang mendapatkan pengobatan terhadap sleep apnea, risiko kematian pasien kardiovaskular yang sedang dirawat di rumah sakit akan berkurang dan kembali normal.
3. Menopause dini
Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mengalami menopause dini atau sebelum usia 46 tahun, memiliki kemungkinan serangan jantung atau stroke hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang mengalami menopause pada usia lebih tua.
Meskipun hal ini tidak berarti menopause dapat menyebabkan penyakit jantung, wanita dalam kelompok menopause dini juga lebih cenderung memiliki faktor risiko panyakit jantung lainnya seperti BMI tinggi, diabetes dan kebiasaan merokok.
4. Perut buncit
Gemuk hanya di bagian perut lebih berbahaya daripada gemuk seluruh badan. Menurut penelitian terbaru dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa orang yang memiliki berat badan normal bisa berisiko tinggi terhadap penyakit jantung jika memiliki perut yang buncit dan lingkar pinggang yang besar karena lemak yang menumpuk.
5. Bekerja shift malam
Orang yang bekerja shift malam, 23 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung daripada orang yang bekerja hanya di siang hari. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti di Western University, di mana alasannya adalah jadwal kerja di malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
6. Sejarah kekerasan saat masih anak-anak
Menurut penelitian terbaru dari American Psychological Association, wanita paruh baya yang pernah mengalami kekerasan secara fisik di masa kecil berada pada risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung.
Dalam studi tersebut, para wanita korban kekerasan fisik di masa lalu, 2 kali lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, ukuran pinggang lebih besar dan tingkat kolesterol yang tidak sehat, yang semuanya adalah faktor risiko penyakit jantung. Alasannya adalah trauma masa kecil dapat menyebabkan stres yang lebih tinggi dan pola makan yang buruk, bahkan hingga puluhan tahun kemudian.
7. Asupan vitamin D yang rendah
Para peneliti dari University of Copenhagen melakukan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 orang di Denmark dan menemukan bukti bahwa tingkat rendah vitamin D terkait dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung dan kematian.
Para peneliti tidak yakin apakah kekurangan vitamin D sebenarnya mengarah ke penyakit jantung atau hanya sebuah indikator kesehatan yang buruk dan berpengaruh pada kondisi jantung.
Berdasarkan beberapa studi, 7 hal ini juga dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung. Seperti dilansir Besthealth, Selasa (18/12/2012), ketujuh faktor tersebut antara lain:
1. Golongan darah A, B atau AB
Menurut Harvard School of Public Health, orang dengan tipe darah A, B atau AB memiliki risiko penyakit jantung yang sedikit lebih tinggi dibanding orang dengan tipe darah O. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa risiko meningkat hingga 5 persen pada orang dengan golongan darah A, 11 persen pada orang dengan golongan darah B, dan 23 persen pada orang dengan golongan darah AB.
Para peneliti belum yakin mengapa ada perbedaan tersebut, tetapi ada bukti bahwa golongan darah O memiliki aliran darah yang lebih baik dan jenis golongan darah lainnya mungkin mengandung kolesterol jahat yang kadarnya lebih tinggi.
2. Sleep apnea yang tidak diobati
Para ilmuwan menemukan lebih banyak bukti bahwa sleep apnea, gangguan tidur di mana pernapasan berhenti secara periodik ketika tidur, terkait dengan penyakit kardiovaskuler. Orang dengan sleep apnea lebih mungkin memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung seperti obesitas dan diabetes.
Namun, dokter di La Fe University dan Polytechnic Hospital di Valencia, Spanyol, baru-baru ini menemukan bahwa ketika seseorang mendapatkan pengobatan terhadap sleep apnea, risiko kematian pasien kardiovaskular yang sedang dirawat di rumah sakit akan berkurang dan kembali normal.
3. Menopause dini
Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mengalami menopause dini atau sebelum usia 46 tahun, memiliki kemungkinan serangan jantung atau stroke hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang mengalami menopause pada usia lebih tua.
Meskipun hal ini tidak berarti menopause dapat menyebabkan penyakit jantung, wanita dalam kelompok menopause dini juga lebih cenderung memiliki faktor risiko panyakit jantung lainnya seperti BMI tinggi, diabetes dan kebiasaan merokok.
4. Perut buncit
Gemuk hanya di bagian perut lebih berbahaya daripada gemuk seluruh badan. Menurut penelitian terbaru dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa orang yang memiliki berat badan normal bisa berisiko tinggi terhadap penyakit jantung jika memiliki perut yang buncit dan lingkar pinggang yang besar karena lemak yang menumpuk.
5. Bekerja shift malam
Orang yang bekerja shift malam, 23 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung daripada orang yang bekerja hanya di siang hari. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti di Western University, di mana alasannya adalah jadwal kerja di malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
6. Sejarah kekerasan saat masih anak-anak
Menurut penelitian terbaru dari American Psychological Association, wanita paruh baya yang pernah mengalami kekerasan secara fisik di masa kecil berada pada risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung.
Dalam studi tersebut, para wanita korban kekerasan fisik di masa lalu, 2 kali lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, ukuran pinggang lebih besar dan tingkat kolesterol yang tidak sehat, yang semuanya adalah faktor risiko penyakit jantung. Alasannya adalah trauma masa kecil dapat menyebabkan stres yang lebih tinggi dan pola makan yang buruk, bahkan hingga puluhan tahun kemudian.
7. Asupan vitamin D yang rendah
Para peneliti dari University of Copenhagen melakukan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 orang di Denmark dan menemukan bukti bahwa tingkat rendah vitamin D terkait dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung dan kematian.
Para peneliti tidak yakin apakah kekurangan vitamin D sebenarnya mengarah ke penyakit jantung atau hanya sebuah indikator kesehatan yang buruk dan berpengaruh pada kondisi jantung.
Label:
7,
golongan darah,
hal,
jantung,
kekerasan masa anak,
mengejutkan,
menopause dini,
penyakit,
perut buncit,
risiko,
shift malam,
sleep apnea,
vitamin D
Selasa, 30 Oktober 2012
Negara Berkembang: Kanker Pada Golongan Tidak Mampu
| Suplemen Herbal Untuk Kanker, Mencegah Lebih Baik |
“Kanker makin banyak di derita negara berkembang, yang jumlahnya terus meningkat dibandingkan negara maju yang cenderung mendatar,” ujar DR. Dr. Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP, ahli penyakit dalam, onkologi serta hematologi dalam rangkaian acara Pink Shimmerinc di Plaza Senayan beberapa waktu lalu.
Menurut DR. Aru, di Indonesia peningkatan jumlah penderita kanker terjadi pada golongan yang justru secara ekonomi tidak mampu. “Hal ini menyedihkan, sebab semakin banyak penderita kanker yang tidak mampu membiayai pengobatan.”
Ditenggarai, gaya hidup dan faktor lingkungan yang meningkatkan risiko seseorang terserang kanker payudara. “Faktor gen hanya enam persen yang paling besar yang faktor lingkungan serta gaya hidup.”
Menurut DR. Aru meningkatnya risiko dari faktor lingkungan dan gaya hidup ini yang meyebabkan banyak orang yang tak mampu justru terserang kanker. “Mereka tak punya pilihan gaya hidup. Coba lihat makanan olahan, mulai dari zat serta pengawet dari makanan tersebut,” jelas DR. Aru.
Menurutnya, saat ini sulit mendapat angka pasti berapa jumlah penderita kanker payudara di negara ini. Indonesia mempunyai wilayah luas, penduduk beragam serta sistem pendataan yang belum rapi, membuat masyarakat kesulitan mendapat data akurat perempuan yang terserang kanker payudara. “Indonesia negara dengan banyak kepulauan, bisa saja sebenarnya lebih banyak lagi perempuan yang tak terdeteksi menderita kanker payudara“
DR. Aru menambahkan, fenomena meningkatnya jumlah penderita kanker dari golongan yang tidak mampu adalah hal yang harus segera ditangani dan mendapat perhatian besar semua pihak. “Sebab belakangan ini banyak pasien yang tidak mampu membiayai pengobatan. Padahal pengobatan secepatnya akan meningkatkan harapan hidup seorang penderita kanker.”
“Gerakan kesadaran terhadap kanker payudara harus menjadi gerakan masyarakat bersama. Agar lebih menjaga kesehatan,” pungkasnya.
Label:
Dr dr Aru Sudoyo,
ekonomi,
gaya hidup.lingkungan,
gerakan,
golongan,
hematologi,
kanker,
masyarakat,
onkologi,
payudara,
pengawet,
tidak emampu,
zat
Langganan:
Postingan (Atom)