JAKARTA— Mengonsumsi buah segar seperti anggur, apel, dan pir telah banyak diketahui dapat mengurangi risiko terkena diabetes.
Namun, ternyata meminum jus buah justru dapat meningkatkan risiko yang erat kaitannya dengan kolesterol dan kadar gula dalam darah tersebut.. Belum lama ini, gabungan peneliti dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Singapura melakukan investigasi kesehatan besar-besaran yang mengambil tempat di negeri Paman Sam.
Proyek tersebut melibatkan lebih dari 187 ribu orang perawat dan praktisi kesehatan setempat untuk memonitor gaya hidup masyarkat di sana, termasuk salah satu isunya adalah pola makan tidak sehat yang memicu diabetes. Studi tersebut menunjukkan hasil berupa responden yang rutin setidaknya dua kali seminggu mengonsumsi buah segar, khususnya blueberry, anggur, dan apel, mampu mengurangi risiko terkena diabetes hingga 23 persen dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi buah segar setidaknya sebulan sekali.
Di sisi lain, mereka yang sekali atau berkali-kali meminum jus buah setiap harinya justru menunjukkan peningkatan risiko terkena diabetes hingga 21 persen. Laporan ilmiah yang di publikasikan di dalam Bristish Medical Journal menyatakan bahwa hasil studi tersebut membutuhkan kerja yang lebih keras untuk kian membuktikan kejelasan perbedaan manfaat buah segar dan jus buah.
Beberapa spekulasi menyatakan bahwa walaupun kandungan nutrisi pada buah segar dan jus buah itu sama, namun fakta bentuknya jelas berbeda, buah segar berbentuk nutrisi solid, sedangkan jus berupa sari dalam cair.
"Nutrisi dalam bentuk cairan lebih cepat masuk ke dalam saluran pencernaan dan lebih cepat pula diserap oleh usus besar dan mendorong tubuh memproduksi lebih banyak insulin yang mengakibatkan level gula darah meningkat," jelas Qi Sun, asisten profesor di bidang nutrisi pada Sekolah Kesahatan Masyarakat, Universitas Harvard, AS.
Studi ini sendiri dilakukan dengan meneliti data dari Studi Keperawatan Kesehatan yang diambil pada medio tahun 1984 -2008, Studi Keperawatan Kesehatan jilid dua (1991-2009), dan Studi Lanjut Profesional Kesehatan (1986-2008).
Adapun buah-buahan yang digunakan dalam studi ini, baik dalam bentuk buah segar maupun jus buah, adalah anggur, buah persik, aprikot, buah prem, pisang, melon, apel, pir, jeruk, stroberi, dan bluberry. Sumber *
Tampilkan postingan dengan label apel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apel. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 September 2013
Minggu, 17 Februari 2013
Pepaya Ampuh Turunkan Kadar Kolesterol
Menjaga tubuh tetap sehat tidaklah sulit dan mahal. Konsumsi buah dan sayuran segar yang cukup bisa jadi solusi. Selain itu sejumlah khasiatnya juga bisa didapat. Seperti mencegah sejumlah penyakit hingga menjaga kolestrol darah tetap stabil.
Makan sayuran dan buah ternyata juga bisa sekaligus menurunkan berat badan. Selain itu juga mencegah risiko terkena kanker. Berikut lima daftar makanan yang baik dikonsumsi agar tubuh tetap sehat.
1. Pepaya
Pepaya merupakan sumber vitamin A, C dan E, juga kaya akan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Sedangkan kandungan enzim papain dan chymopapainnya bersifat sebagai anti inflamasi. Pepaya juga mengandung likopen untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat pada pria.
2. Apel
Apel umumnya dikonsumsi para pelaku diet untuk camilan. Siapa sangka jika buah apel juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Menurut sebuah penelitian, wanita yang makan buah apel setiap hari dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Sedangkan kandungan flavonoidnya dapat membantu mencegah risiko Alzheimer.
3. Nanas
Buah renyah dan manis ini mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Seperti kalsium, kalium, serat, vitamin C dan mangan yang berguna untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu, kandungan zat bromelain di dalamnya dapat mengatasi batuk dan mengencerkan dahak.
4. Brokoli
Brokoli kaya akan kalsium yang baik untuk tulang dan gigi. Di dalamnya juga mengandung senyawa lutein dan zeaxantihin yang dapat menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko rabun senja saat usia lanjut.
5. Tomat
Buah berwarna merah yang satu ini kaya akan vitamin A dan C. Kandungan antioksidannya yang berupa lycopene, merupakan zat anti-kanker. Tomat juga dapat menjaga kesehatan jantung karena tinggi serat, potasium, vitamin B dan niacin.
Sumber: *
Langganan:
Postingan (Atom)