Aspirin semakin menyita perhatian para peneliti sebagai obat antikanker. Tidak hanya menghambat pertumbuhan kanker, obat itu juga dinilai dapat memperlambat penyebaran sel kanker bagi para penderitanya.
Peneliti dari Oxford University Peter Rothwell mengatakan, orang dewasa yang mengkonsumsi aspirin setiap hari selama tiga tahun memiliki resiko pertumbuhan sel kanker 25 persen lebih rendah. Begitu pula, penderita kanker yang mengkonsumsi aspirin setiap hari selama tiga tahun memiliki resiko kematian 15 persen lebih rendah.
"Dalam lima tahun, resiko kematian pasien yang mengkonsumsi aspirin lebih rendah 37 persen dibanding pasien yang tidak mengkonsumsi," kata dia seperti dilansir Newscientist.
Rothwell menambahkan, aspirin juga dapat menghambat penyebaran sel kanker untuk menjalar ke organ-organ tubuh yang lain. Mengkonsumsi aspirin selama 6,5 tahun dapat mengurangi resiko penyebaran sel kanker hingga 50 persen.
"Tapi resep ini tidak dapat diberikan kepada setiap orang. Para peneliti juga memperingatkan bahwa mengonsumsi aspirin dengan cara seperti itu dapat merusak usus dan menyebabkan pendarahan," ungkapnya.
Minggu, 25 Maret 2012
Konsumsi Aspirin Setiap Hari Selama 3 Tahun Memiliki Resiko Pertumbuhan Kanker 25% Lebih Rendah
Label:
25% lebih rendah risiko kanker endometrium,
3 tahun,
anti kanker,
aspirin,
dewasa,
kanker,
orang,
Oxford University,
peneliti,
perhatian,
Peter Rothwell,
setiap hari
Jumat, 23 Maret 2012
Wow, Hasil Cek Kesehatan Dahlan Iskan Melebihi Kesehatan Dokternya
Pendiri Rumah Sakit Yi Zhongxin Yiyuan Tianjin, Profesor Shen Zhonghyang, tidak percaya dengan hasil cek kesehatan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, yang dilakukan beberapa hari ini.
Ahli tranplantasi sekaligus direktur umum rumah sakit yang dulu jadi pemimpin operasi ganti hati Dahlan geleng-geleng saat melihat hasil cek kesehatan. “Ini lebih sehat dari saya,” kata Shen, seperti dalam surat elektronik Dahlan, Kamis malam 22 Maret 2012.
Dahlan, 50 tahun, menjalani operasi ganti hati di salah satu rumah sakit di Singapura lima tahun lalu. Ketika itu hati pemuda berumur 20 tahun dipasang di tubuhnya. Sejak itulah ia hidup dengan organ vital milik orang lain. Selama ini Dahlan menyebutnya sebagai masa kritis.
Pada 6 Agustus 2012 mendatang, genap lima tahun Dahlan menjalani masa cangkok hati. Apabila kurun waktu lima tahun dilewati dengan baik, Dahlan bisa selamat. Karena lima tahun itu masa penentuan.
Selama lima tahun terakhir ini hasil cek kesehatan hasil Dahlan hampir sama dengan hasil cek kesehatan di Cina ini. Tekanan darahnya 90/120, kolesterol 4,6 (normal 2,4-5,7), sgot 21, sgpt 17 (tidak boleh melebihi 42), gula darah 4,5 dari normalnya 3,9-6,1. “Semua itu menunjukkan standar kesehatan yang prima,” kata Dahlan mengutip dokternya.
Indikator lainnya, seperti jantung, prostat, dan ginjal Dahlan semuanya normal. “Dan yang paling penting adalah Tacrolimus saya 4. Ini menandakan sama sekali tidak terjadi penolakan tubuh saya atas kehadiran hati baru saya,” kata Dahlan menjelaskan.
“Itulah sebabnya saya berani menunda-nunda cek kesehatan sampai delapan bulan karena memang tidak merasakan suatu masalah,” kata mantan Direktur Utama PLN itu. “Namun tidak baik menunda lebih lama lagi, sehingga mumpung ada kesempatan ke Tiongkok saya perlukan untuk cek kesehatan.”
Sebagai bentuk syukur atas hasil cek kesehatannya, Dahlan ingin bekerja keras untuk kebaikan. "Seperti kata intelektual muslim Dr. Nurcholish Madjid (alm.) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan," kata Dahlan.
RINA WIDIASTUTI
Ahli tranplantasi sekaligus direktur umum rumah sakit yang dulu jadi pemimpin operasi ganti hati Dahlan geleng-geleng saat melihat hasil cek kesehatan. “Ini lebih sehat dari saya,” kata Shen, seperti dalam surat elektronik Dahlan, Kamis malam 22 Maret 2012.
Dahlan, 50 tahun, menjalani operasi ganti hati di salah satu rumah sakit di Singapura lima tahun lalu. Ketika itu hati pemuda berumur 20 tahun dipasang di tubuhnya. Sejak itulah ia hidup dengan organ vital milik orang lain. Selama ini Dahlan menyebutnya sebagai masa kritis.
Pada 6 Agustus 2012 mendatang, genap lima tahun Dahlan menjalani masa cangkok hati. Apabila kurun waktu lima tahun dilewati dengan baik, Dahlan bisa selamat. Karena lima tahun itu masa penentuan.
Selama lima tahun terakhir ini hasil cek kesehatan hasil Dahlan hampir sama dengan hasil cek kesehatan di Cina ini. Tekanan darahnya 90/120, kolesterol 4,6 (normal 2,4-5,7), sgot 21, sgpt 17 (tidak boleh melebihi 42), gula darah 4,5 dari normalnya 3,9-6,1. “Semua itu menunjukkan standar kesehatan yang prima,” kata Dahlan mengutip dokternya.
Indikator lainnya, seperti jantung, prostat, dan ginjal Dahlan semuanya normal. “Dan yang paling penting adalah Tacrolimus saya 4. Ini menandakan sama sekali tidak terjadi penolakan tubuh saya atas kehadiran hati baru saya,” kata Dahlan menjelaskan.
“Itulah sebabnya saya berani menunda-nunda cek kesehatan sampai delapan bulan karena memang tidak merasakan suatu masalah,” kata mantan Direktur Utama PLN itu. “Namun tidak baik menunda lebih lama lagi, sehingga mumpung ada kesempatan ke Tiongkok saya perlukan untuk cek kesehatan.”
Sebagai bentuk syukur atas hasil cek kesehatannya, Dahlan ingin bekerja keras untuk kebaikan. "Seperti kata intelektual muslim Dr. Nurcholish Madjid (alm.) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan," kata Dahlan.
RINA WIDIASTUTI
Label:
cek,
Dahlan Iskan,
ganti hati,
geleng-geleng,
kesehatan,
kritis,
operasi,
Prof Shen Zhonghyang,
RS,
Singapura,
tak percaya,
transplantasi,
Yi Zhongxin Yiyuan Taianjin
Kamis, 22 Maret 2012
Fabrice Muamba: Serangan Jantung (Heart Attack) Atau Detak Jantung Berhenti (Cardiac Arrest)
Fabrice Muamba, gelandang Bolton Wanderers, secara mendadak jatuh pingsan saat timnya bertanding melawan Tottenham Hotspur di menit ke-42. Dalam keadaan kritis, Muamba digotong tim medis keluar lapangan dan didiagnosa mengalami serangan jantung.
Namun, pakar kesehatan menyatakan bahwa Muamba tidak terkena serangan jantung, namun terkena cardiac arrest atau detak jantung berhenti secara tiba-tiba. Lantas apa perbedaan antara heart attack (serangan jantung) dengan cardiac arrest (detak jantung berhenti)?
Serangan jantung merupakan kondisi dimana terjadi penyempitan darah ke otot jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Biasanya serangan jantung dikaitkan dengan gaya hidup tak sehat dan usia tua.
Sementara cardiac arrest adalah peristiwa dimana jantung berhenti berdenyut akibat gangguan ritme jantung. Cardiac arrest dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda dan sehat.
Orang yang mengalami cardiac arrest biasanya memiliki gejala-gejala, seperti tidak sadar secara tiba-tiba (collapse), detak nadi tidak teraba, hipotensi (tekanan darah turun) dan tidak bernapas.
"Penyebab utama cardiac arrest adalah penyakit jantung sendiri seperti penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung dan kelainan otot jantung. Kekurangan cairan tubuh mendadak (hypovolemia) atau kehilangan sejumlah darah seperti pada kecelakaan atau waktu tindakan operasi akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut. Kekurangan oksigen secara mendadak menyebabkan organ penting seperti otak dan jantung berhenti berfungsi. Penurunan derajat keasaman tubuh (asidosis) pada ketoasidosis diabetes, gagal ginjal dan pemakaian obat obat tertentu secara berlebihan seperti salisilat, etanol, alkohol, antidepresan akan menyebabkan asidosis. Kadar kalium (K) berlebih atau sangat rendah dapat menyebabkan jantung berhenti mendadak. Penurunan kadar gula darah dan bahkan kadar gula darah yang terlampau tinggi sering dianggap penyebab berhentinya jantung berdenyut. Trauma paru yang menyebabkan perdarahan di paru dan emboli udara ke paru (pulmonary embolisme) juga akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut." Dikutip dari Pramita lab (14 Juli 2009).
Bagaimana pencegahannya, Pramita lab menuliskan, "Karena sebagian besar penyebab cardiac arrest adalah penyakit jantung maka pencegahan terbaik adalah dengan memelihara jantung kita sebaik mungkin. Kontrol tekanan darah, menjaga gula darah tetap stabil normal, mencegah terjadinya dislipidemia yaitu peningkatan lemak darah. Konsumsi magnesium (Mg) dalam jangka panjang diduga efektif dalam menjaga kesehatan jantung."
Pada serangan jantung, kerusakan otot jantung akibat iskemia sel jantung dapat mengganggu sistem elektrik internal jantung. Gangguan sistem elektrik internal ini dapat menyebabkan gangguan ritme jantung menjadi melambat atau menjadi lebih cepat dan bisa menjadi henti jantung. Dengan kata lain, orang yang memiliki riwayat serangan jantung memiliki risiko yang lebih besar henti jantung mendadak dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat.
Namun, pakar kesehatan menyatakan bahwa Muamba tidak terkena serangan jantung, namun terkena cardiac arrest atau detak jantung berhenti secara tiba-tiba. Lantas apa perbedaan antara heart attack (serangan jantung) dengan cardiac arrest (detak jantung berhenti)?
Serangan jantung merupakan kondisi dimana terjadi penyempitan darah ke otot jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Biasanya serangan jantung dikaitkan dengan gaya hidup tak sehat dan usia tua.
Sementara cardiac arrest adalah peristiwa dimana jantung berhenti berdenyut akibat gangguan ritme jantung. Cardiac arrest dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda dan sehat.
Orang yang mengalami cardiac arrest biasanya memiliki gejala-gejala, seperti tidak sadar secara tiba-tiba (collapse), detak nadi tidak teraba, hipotensi (tekanan darah turun) dan tidak bernapas.
"Penyebab utama cardiac arrest adalah penyakit jantung sendiri seperti penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung dan kelainan otot jantung. Kekurangan cairan tubuh mendadak (hypovolemia) atau kehilangan sejumlah darah seperti pada kecelakaan atau waktu tindakan operasi akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut. Kekurangan oksigen secara mendadak menyebabkan organ penting seperti otak dan jantung berhenti berfungsi. Penurunan derajat keasaman tubuh (asidosis) pada ketoasidosis diabetes, gagal ginjal dan pemakaian obat obat tertentu secara berlebihan seperti salisilat, etanol, alkohol, antidepresan akan menyebabkan asidosis. Kadar kalium (K) berlebih atau sangat rendah dapat menyebabkan jantung berhenti mendadak. Penurunan kadar gula darah dan bahkan kadar gula darah yang terlampau tinggi sering dianggap penyebab berhentinya jantung berdenyut. Trauma paru yang menyebabkan perdarahan di paru dan emboli udara ke paru (pulmonary embolisme) juga akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut." Dikutip dari Pramita lab (14 Juli 2009).
Bagaimana pencegahannya, Pramita lab menuliskan, "Karena sebagian besar penyebab cardiac arrest adalah penyakit jantung maka pencegahan terbaik adalah dengan memelihara jantung kita sebaik mungkin. Kontrol tekanan darah, menjaga gula darah tetap stabil normal, mencegah terjadinya dislipidemia yaitu peningkatan lemak darah. Konsumsi magnesium (Mg) dalam jangka panjang diduga efektif dalam menjaga kesehatan jantung."
Pada serangan jantung, kerusakan otot jantung akibat iskemia sel jantung dapat mengganggu sistem elektrik internal jantung. Gangguan sistem elektrik internal ini dapat menyebabkan gangguan ritme jantung menjadi melambat atau menjadi lebih cepat dan bisa menjadi henti jantung. Dengan kata lain, orang yang memiliki riwayat serangan jantung memiliki risiko yang lebih besar henti jantung mendadak dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat.
Label:
Bolton Wanderers,
cardiac arrest,
detak jantung berhenti,
Fabrice Muamba,
heart attack,
kritis,
mendadak,
pingsan,
serangan jantung,
tim medis,
Tottenham Hotspur
Misteri Outbreake (Ledakan Populasi) Tomcat, Kenapa?
Tahun 2011 lalu, Indonesia disibukkan dengan ledakan populasi ulat bulu. Kini, pada tahun 2012, Indonesia kembali disibukkan dengan serangga Paederus atau kumbang Tomcat.
Keduanya memang sama-sama serangga. Namun, apakah ledakan populasi keduanya memiliki kesamaan sebab?
Pakar serangga dan hama dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Suputa mengatakan ledakan populasi kedua serangga tersebut bisa dilihat kaitannya.
"Secara langsung, kaitan ledakan populasi keduanya tidak ada. Tapi secara tidak langsung, ada," kata Suputa saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/3/2012).
Suputa menjelaskan, populasi setiap jenis serangga selalu bisa mengalami ledakan setiap periode tertentu. Periode ini berbeda pada tiap jenis serangga.
"Ulat bulu juga punya periode outbreak. Di satu tempat dengan tempat lain berbeda. Ada yang setiap 10 tahun, 100 tahun atau lebih," jelas Suputa saat dihubungi.
Outbreak atau ledakan populasi tomcat juga bervariasi di satu tempat dengan tempat lain. Di wilayah Indonesia, belum diketahui periode outbreak-nya secara pasti.
Adanya periode outbreak inilah yang menjadi kesamaan antara ledakan populasi tomcat dan ulat bulu. Di sini, dipahami bahwa ledakan ialah sesuatu yang wajar dan alamiah.
Lalu, mengapa tak terjadi tiap tahun atau sesuai dengan umur tomcat atau spesies serangga lain?
"Ini terkait dengan jejaring makanan yang kompleks, musuh alami dan ketersediaan makanan," kata Suputa.
Dinamika populasi predator dan hewan yang dimangsa pada jangka panjang selalu naik turun. Pada waktu tertentu, akan ada saat dan kondisi lingkungan yang pas yang mendukung outbreak.
"Sebenarnya ada faktor intrinsik yang menyebabkan outbreak. Ini faktor pada serangga itu sendiri. Inilah yang masih misteri," cetus Suputa.
Suputa mengatakan, hingga kini pakar serangga dunia pun belum mampu menguraikan secara pasti sebab utama outbreak suatu spesies serangga.
Di luar hal tersebut, faktor lingkungan juga menjadi perhatian. Kondisi lingkungan, peningkatan karbon dioksida di atmosfer, diduga menjadi salah satu sebab outbreak, walau masih perlu dikaji.
Masih perlu penelitian lebih seksama untuk memahami kehidupan liar kedua makhluk tersebut. Anda tertarik meneliti tomcat dan ulat bulu?
Pakar serangga dan hama dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Suputa mengatakan ledakan populasi kedua serangga tersebut bisa dilihat kaitannya.
"Secara langsung, kaitan ledakan populasi keduanya tidak ada. Tapi secara tidak langsung, ada," kata Suputa saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/3/2012).
Suputa menjelaskan, populasi setiap jenis serangga selalu bisa mengalami ledakan setiap periode tertentu. Periode ini berbeda pada tiap jenis serangga.
"Ulat bulu juga punya periode outbreak. Di satu tempat dengan tempat lain berbeda. Ada yang setiap 10 tahun, 100 tahun atau lebih," jelas Suputa saat dihubungi.
Outbreak atau ledakan populasi tomcat juga bervariasi di satu tempat dengan tempat lain. Di wilayah Indonesia, belum diketahui periode outbreak-nya secara pasti.
Adanya periode outbreak inilah yang menjadi kesamaan antara ledakan populasi tomcat dan ulat bulu. Di sini, dipahami bahwa ledakan ialah sesuatu yang wajar dan alamiah.
Lalu, mengapa tak terjadi tiap tahun atau sesuai dengan umur tomcat atau spesies serangga lain?
"Ini terkait dengan jejaring makanan yang kompleks, musuh alami dan ketersediaan makanan," kata Suputa.
Dinamika populasi predator dan hewan yang dimangsa pada jangka panjang selalu naik turun. Pada waktu tertentu, akan ada saat dan kondisi lingkungan yang pas yang mendukung outbreak.
"Sebenarnya ada faktor intrinsik yang menyebabkan outbreak. Ini faktor pada serangga itu sendiri. Inilah yang masih misteri," cetus Suputa.
Suputa mengatakan, hingga kini pakar serangga dunia pun belum mampu menguraikan secara pasti sebab utama outbreak suatu spesies serangga.
Di luar hal tersebut, faktor lingkungan juga menjadi perhatian. Kondisi lingkungan, peningkatan karbon dioksida di atmosfer, diduga menjadi salah satu sebab outbreak, walau masih perlu dikaji.
Masih perlu penelitian lebih seksama untuk memahami kehidupan liar kedua makhluk tersebut. Anda tertarik meneliti tomcat dan ulat bulu?
Rabu, 21 Maret 2012
Dahlan Iskan: PT Kimia Farma Agar Memproduksi Obat Untuk Masyarakat Kurang Mampu
Berkaca dari pengalamannya yang harus mengonsumsi obat hepatitis B, Lamifudin, setiap hari, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mendorong PT Kimia Farma Tbk agar memproduksi obat-obatan yang diperlukan masyarakat kurang mampu.
Dahlan mengatakan, Lamifudin merupakan obat yang harus terus dikonsumsi oleh penderita hepatitis B. Sayangnya, harga obat ini tergolong mahal yaitu Rp1 juta untuk kepentingan sebulan.
"Di Indonesia ada sekitar 20 juta orang yang harusnya minum obat ini. Namun, karena harganya mahal, menjadi tidak terjangkau," kata Dahlan dalam pesan BlackBerry yang diterimaVIVAnews.com, Kamis, 22 Maret 2012.
Mantan bos kelompok media Jawa Pos ini mengatakan, mahalnya jenis obat tersebut disebabkan Lamifudin termasuk obat yang masih harus diimpor.
Padahal, obat tersebut bakal membantu hati yang sudah terjangkit hepatitis B agar tidak terkena sirosis. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan munculnya kanker hati.
Terdorong dari pengalaman tersebut, Dahlan telah memerintahkan Kimia Farma untuk memproduksi sendiri obat hepatitis B. Kabarnya, sepekan lalu, Kimia Farma telah memproduksi jenis obat tersebut dengan merek Heplam.
Berbeda dengan Lamifudin yang dihargai Rp1 juta untuk sebulan. Harga obat Heplam hanya dipatok Rp150 ribu untuk pengobatan selama sebulan. "Tidak sampai seperlima dari harga Lamifudin impor," katanya.
Rencananya, Kementerian BUMN bakal meminta Menteri Kesehatan untuk segera meluncurkan obat tersebut di Jakarta. (art)
Dahlan mengatakan, Lamifudin merupakan obat yang harus terus dikonsumsi oleh penderita hepatitis B. Sayangnya, harga obat ini tergolong mahal yaitu Rp1 juta untuk kepentingan sebulan.
"Di Indonesia ada sekitar 20 juta orang yang harusnya minum obat ini. Namun, karena harganya mahal, menjadi tidak terjangkau," kata Dahlan dalam pesan BlackBerry yang diterimaVIVAnews.com, Kamis, 22 Maret 2012.
Mantan bos kelompok media Jawa Pos ini mengatakan, mahalnya jenis obat tersebut disebabkan Lamifudin termasuk obat yang masih harus diimpor.
Padahal, obat tersebut bakal membantu hati yang sudah terjangkit hepatitis B agar tidak terkena sirosis. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan munculnya kanker hati.
Terdorong dari pengalaman tersebut, Dahlan telah memerintahkan Kimia Farma untuk memproduksi sendiri obat hepatitis B. Kabarnya, sepekan lalu, Kimia Farma telah memproduksi jenis obat tersebut dengan merek Heplam.
Berbeda dengan Lamifudin yang dihargai Rp1 juta untuk sebulan. Harga obat Heplam hanya dipatok Rp150 ribu untuk pengobatan selama sebulan. "Tidak sampai seperlima dari harga Lamifudin impor," katanya.
Rencananya, Kementerian BUMN bakal meminta Menteri Kesehatan untuk segera meluncurkan obat tersebut di Jakarta. (art)
Rabu, 14 Maret 2012
4 Langkah Berhenti Merokok
Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.
Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.
Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok
Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.
Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.
Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok
Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.
Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda
Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.
Langkah 4: Cari dukungan
Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.
Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.
Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.
Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok
Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.
Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.
Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok
Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.
Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda
Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.
Langkah 4: Cari dukungan
Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.
Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.
Label:
25% lebih rendah risiko kanker endometrium,
dukungan,
emphysema,
kalender,
kebiasaan,
kesehatan,
komitmen,
merokok,
paru-paru,
pemicu,
prediksi,
resiko,
serangan jantung,
strategi,
stres
Operasi Paru Janin Umur 26 Minggu Berhasil Sukses
Ketika Alaitz masih berada dalam kehangatan rahim sang ibu, tim dokter dari Spanyol melakukan tindakan operasi pada parunya untuk memperbaiki saluran tenggorokan yang tersumbat. Operasi tersebut sukses. Kini Alaitz sudah berusia 16 bulan dan sehat.
Alalitz didiagnosa menderita broncial atresia, gangguan pada tenggorokan yang menyebabkan terganggunya pernapasan. Kelainan itu diketahui melalui pemeriksaan kandungan rutin yang dilakukan ibunya. Gangguan tersebut bisa berakibat fatal pada bayi.
Untuk memperbaikinya, tim dokter lalu melakukan tindakan endoskopi melalui mulut janin untuk mencapai bronchi yang tepat pada saluran pernasapan. Tindakan tersebut dilakukan pada akhir tahun 2010, saat janin baru berusia 26 minggu dan baru dipublikasikan Selasa (13/3/12) lalu.
"Ini adalah tindakan pertama di dunia yang pernah dilakukan pada janin dan berhasil," kata Eduard Gratacos, kepala kedokteran meternal-fetal dari Spanyol. Ia menambahkan, operasi tersebut terbilang sulit karena dilakukan dekat dengan jaringan hati yang sangat tipis.
Sebelas minggu pasca operasi tersebut Alaitz, yang namanya berarti kegembiraan, dilahirkan dengan berat 2,5 kilogram. Menurut dokter kondisi Alaitz kini sehat dan tumbuh kembangnya normal.
Bronchial atresia, menurut Gratacos diderita satu dari 10.000 bayi. Pada umumnya kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada bayi.
"Kita harus bersyukur dengan teknologi ultrasound sehingga bisa mendeteksi gangguan lebih awal. Bila tidak segera diintervensi, akibatnya sangat bahaya," kata Julio Moreno, ahli neonatal yang terlibat dalam operasi ini.
Operasi yang dilakukan pada Alaitz berlangsung 30 menit. Kemudian 13 hari pasca dilahirkan, Alaitz harus melakukan operasi lain untuk menghilangkan dua dari tiga lobes paru di bagian kanannya.
Alalitz didiagnosa menderita broncial atresia, gangguan pada tenggorokan yang menyebabkan terganggunya pernapasan. Kelainan itu diketahui melalui pemeriksaan kandungan rutin yang dilakukan ibunya. Gangguan tersebut bisa berakibat fatal pada bayi.
Untuk memperbaikinya, tim dokter lalu melakukan tindakan endoskopi melalui mulut janin untuk mencapai bronchi yang tepat pada saluran pernasapan. Tindakan tersebut dilakukan pada akhir tahun 2010, saat janin baru berusia 26 minggu dan baru dipublikasikan Selasa (13/3/12) lalu.
"Ini adalah tindakan pertama di dunia yang pernah dilakukan pada janin dan berhasil," kata Eduard Gratacos, kepala kedokteran meternal-fetal dari Spanyol. Ia menambahkan, operasi tersebut terbilang sulit karena dilakukan dekat dengan jaringan hati yang sangat tipis.
Sebelas minggu pasca operasi tersebut Alaitz, yang namanya berarti kegembiraan, dilahirkan dengan berat 2,5 kilogram. Menurut dokter kondisi Alaitz kini sehat dan tumbuh kembangnya normal.
Bronchial atresia, menurut Gratacos diderita satu dari 10.000 bayi. Pada umumnya kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada bayi.
"Kita harus bersyukur dengan teknologi ultrasound sehingga bisa mendeteksi gangguan lebih awal. Bila tidak segera diintervensi, akibatnya sangat bahaya," kata Julio Moreno, ahli neonatal yang terlibat dalam operasi ini.
Operasi yang dilakukan pada Alaitz berlangsung 30 menit. Kemudian 13 hari pasca dilahirkan, Alaitz harus melakukan operasi lain untuk menghilangkan dua dari tiga lobes paru di bagian kanannya.
Label:
26 minggu,
30 menit,
Alaitz,
bronchial atresia,
Eduard Gratacis,
endoskopi,
fatal,
mulut janin,
operasi,
paru,
pertama,
rahim,
Spanyol,
sukses,
sulit,
tenggorokan,
tersumbat,
tim dokter,
USG
Langganan:
Postingan (Atom)




