Tampilkan postingan dengan label Dahlan Iskan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dahlan Iskan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Wow, Hasil Cek Kesehatan Dahlan Iskan Melebihi Kesehatan Dokternya

Pendiri Rumah Sakit Yi Zhongxin Yiyuan Tianjin, Profesor Shen Zhonghyang, tidak percaya dengan hasil cek kesehatan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, yang dilakukan beberapa hari ini.

Ahli tranplantasi sekaligus direktur umum rumah sakit yang dulu jadi pemimpin operasi ganti hati Dahlan geleng-geleng saat melihat hasil cek kesehatan. “Ini lebih sehat dari saya,” kata Shen, seperti dalam surat elektronik Dahlan, Kamis malam 22 Maret 2012.

Dahlan, 50 tahun, menjalani operasi ganti hati di salah satu rumah sakit di Singapura lima tahun lalu. Ketika itu hati pemuda berumur 20 tahun dipasang di tubuhnya. Sejak itulah ia hidup dengan organ vital milik orang lain. Selama ini Dahlan menyebutnya sebagai masa kritis.

Pada 6 Agustus 2012 mendatang, genap lima tahun Dahlan menjalani masa cangkok hati. Apabila kurun waktu lima tahun dilewati dengan baik, Dahlan bisa selamat. Karena lima tahun itu masa penentuan.

Selama lima tahun terakhir ini hasil cek kesehatan hasil Dahlan hampir sama dengan hasil cek kesehatan di Cina ini. Tekanan darahnya 90/120, kolesterol 4,6 (normal 2,4-5,7), sgot 21, sgpt 17 (tidak boleh melebihi 42), gula darah 4,5 dari normalnya 3,9-6,1. “Semua itu menunjukkan standar kesehatan yang prima,” kata Dahlan mengutip dokternya.

Indikator lainnya, seperti jantung, prostat, dan ginjal Dahlan semuanya normal. “Dan yang paling penting adalah Tacrolimus saya 4. Ini menandakan sama sekali tidak terjadi penolakan tubuh saya atas kehadiran hati baru saya,” kata Dahlan menjelaskan.

“Itulah sebabnya saya berani menunda-nunda cek kesehatan sampai delapan bulan karena memang tidak merasakan suatu masalah,” kata mantan Direktur Utama PLN itu. “Namun tidak baik menunda lebih lama lagi, sehingga mumpung ada kesempatan ke Tiongkok saya perlukan untuk cek kesehatan.”

Sebagai bentuk syukur atas hasil cek kesehatannya, Dahlan ingin bekerja keras untuk kebaikan. "Seperti kata intelektual muslim Dr. Nurcholish Madjid (alm.) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan," kata Dahlan.

RINA WIDIASTUTI


Rabu, 21 Maret 2012

Dahlan Iskan: PT Kimia Farma Agar Memproduksi Obat Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Berkaca dari pengalamannya yang harus mengonsumsi obat hepatitis B, Lamifudin, setiap hari, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mendorong PT Kimia Farma Tbk agar memproduksi obat-obatan yang diperlukan masyarakat kurang mampu.

Dahlan mengatakan, Lamifudin merupakan obat yang harus terus dikonsumsi oleh penderita hepatitis B. Sayangnya, harga obat ini tergolong mahal yaitu Rp1 juta untuk kepentingan sebulan.

"Di Indonesia ada sekitar 20 juta orang yang harusnya minum obat ini. Namun, karena harganya mahal, menjadi tidak terjangkau," kata Dahlan dalam pesan BlackBerry yang diterimaVIVAnews.com, Kamis, 22 Maret 2012.

Mantan bos kelompok media Jawa Pos ini mengatakan, mahalnya jenis obat tersebut disebabkan Lamifudin termasuk obat yang masih harus diimpor.

Padahal, obat tersebut bakal membantu hati yang sudah terjangkit hepatitis B agar tidak terkena sirosis. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan munculnya kanker hati.

Terdorong dari pengalaman tersebut, Dahlan telah memerintahkan Kimia Farma untuk memproduksi sendiri obat hepatitis B. Kabarnya, sepekan lalu, Kimia Farma telah memproduksi jenis obat tersebut dengan merek Heplam.

Berbeda dengan Lamifudin yang dihargai Rp1 juta untuk sebulan. Harga obat Heplam hanya dipatok Rp150 ribu untuk pengobatan selama sebulan. "Tidak sampai seperlima dari harga Lamifudin impor," katanya.

Rencananya, Kementerian BUMN bakal meminta Menteri Kesehatan untuk segera meluncurkan obat tersebut di Jakarta. (art)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...