Tampilkan postingan dengan label USG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

Operasi Paru Janin Umur 26 Minggu Berhasil Sukses

Ketika Alaitz masih berada dalam kehangatan rahim sang ibu, tim dokter dari Spanyol melakukan tindakan operasi pada parunya untuk memperbaiki saluran tenggorokan yang tersumbat. Operasi tersebut sukses. Kini Alaitz sudah berusia 16 bulan dan sehat.

Alalitz didiagnosa menderita broncial atresia, gangguan pada tenggorokan yang menyebabkan terganggunya pernapasan. Kelainan itu diketahui melalui pemeriksaan kandungan rutin yang dilakukan ibunya. Gangguan tersebut bisa berakibat fatal pada bayi.

Untuk memperbaikinya, tim dokter lalu melakukan tindakan endoskopi melalui mulut janin untuk mencapai bronchi yang tepat pada saluran pernasapan. Tindakan tersebut dilakukan pada akhir tahun 2010, saat janin baru berusia 26 minggu dan baru dipublikasikan Selasa (13/3/12) lalu.

"Ini adalah tindakan pertama di dunia yang pernah dilakukan pada janin dan berhasil," kata Eduard Gratacos, kepala kedokteran meternal-fetal dari Spanyol. Ia menambahkan, operasi tersebut terbilang sulit karena dilakukan dekat dengan jaringan hati yang sangat tipis.

Sebelas minggu pasca operasi tersebut Alaitz, yang namanya berarti kegembiraan, dilahirkan dengan berat 2,5 kilogram. Menurut dokter kondisi Alaitz kini sehat dan tumbuh kembangnya normal.

Bronchial atresia, menurut Gratacos diderita satu dari 10.000 bayi. Pada umumnya kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada bayi.

"Kita harus bersyukur dengan teknologi ultrasound sehingga bisa mendeteksi gangguan lebih awal. Bila tidak segera diintervensi, akibatnya sangat bahaya," kata Julio Moreno, ahli neonatal yang terlibat dalam operasi ini.

Operasi yang dilakukan pada Alaitz berlangsung 30 menit. Kemudian 13 hari pasca dilahirkan, Alaitz harus melakukan operasi lain untuk menghilangkan dua dari tiga lobes paru di bagian kanannya.


Kamis, 02 Februari 2012

USG Frekuensi Tinggi (3MHz) di Sekitar Testis Selama 15 Menit, Dapat Mengurangi Jumlah Sel Sperma


Kondom dan vasektomi sudah dianggap 'so yesterday'. Para ilmuwan kini bekerja untuk mencari cara baru guna mengontrol kesuburan para pria untuk mengendalikan kehamilan.

Ultrasonografi (USG) biasa digunakan para dokter untuk mengetahui perkembangan janin didalam kandungan. Kini, penelitian terbaru pada hewan menunjukkan alat USG bisa dijadikan alat konstrasepsi baru bagi para pria.

Para peneliti dari Department of Pediatrics di School of Medicine di University of North Caroline menggunakan USG yang diujikan melalui tikus yang dianggap bisa mematikan sperma dan membuat pria menjadi tidak subur.

Tim peneliti yang dipimpin oleh James Tsuruta, melakukan penelitian dan menemukan, dengan menggunakan alat ultrasound berfrekuensi tinggi (3MHz) disekitar testis selama 15 menit, dapat mengurangi sebagian besar jumlah sel sperma yang diproduksi didalam tubuh.

Peneliti menambahkan hasilnya akan lebih efektif bila dilakukan dalam dua hari terpisah dan menggunakan air garam yang hangat.

Pada manusia, peneliti mengkategorikan pria dianggap tidak subur jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter.

Meskipun temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Reproductive Biolgy and Endocrinology ini dianggap ide baik, namun peneliti masih perlu menyelidiki apakah ada efek yang ditimbulkan akibat terapi yang dilakukan secara berulang.

"Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa lama efek kontrasepsi ini berlangsung dan apakah aman untuk digunakan beberapa kali," ungkap ketua penelitian, Dr James Tsuruta dari University of North Carolina, yang dikutip melalui Dailymail, Kamis (2/1).



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...