Jakarta, Sebagian remaja mengenal rokok lalu akhirnya kecanduan hanya gara-gara tuntutan pergaulan, sebab lingkungannya tidak menganggapnya keren jika tidak merokok. Tapi coba di mata presenter ganteng Choky Sitohang, rokok tidak bikin keren.
"Kamu tidak perlu mencoba rokok, karena rokok tidak akan membuat kamu jadi keren. Saya jamin itu. Saya berhasil dan sukses seperti sekarang, itu tanpa rokok," tegas Choky usai acara donor darah 'A Drop for Hopes' di Plasa Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013).
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Juni 2013
Ingin Kelihatan Keren? Choky Sitohang Sarankan Jangan Merokok
Label:
A Drop for Hopes,
anggapan,
berhasil,
bersih,
Choky Sitohang,
donor darah,
healthy lifestyle,
Ingin,
Jangan,
Kelihatan,
Keren,
menjerumuskan,
menyesatkan,
merokok,
olahraga,
panutan,
pergaulan,
remaja,
Sarankan,
sukses
Rabu, 14 Maret 2012
Operasi Paru Janin Umur 26 Minggu Berhasil Sukses
Ketika Alaitz masih berada dalam kehangatan rahim sang ibu, tim dokter dari Spanyol melakukan tindakan operasi pada parunya untuk memperbaiki saluran tenggorokan yang tersumbat. Operasi tersebut sukses. Kini Alaitz sudah berusia 16 bulan dan sehat.
Alalitz didiagnosa menderita broncial atresia, gangguan pada tenggorokan yang menyebabkan terganggunya pernapasan. Kelainan itu diketahui melalui pemeriksaan kandungan rutin yang dilakukan ibunya. Gangguan tersebut bisa berakibat fatal pada bayi.
Untuk memperbaikinya, tim dokter lalu melakukan tindakan endoskopi melalui mulut janin untuk mencapai bronchi yang tepat pada saluran pernasapan. Tindakan tersebut dilakukan pada akhir tahun 2010, saat janin baru berusia 26 minggu dan baru dipublikasikan Selasa (13/3/12) lalu.
"Ini adalah tindakan pertama di dunia yang pernah dilakukan pada janin dan berhasil," kata Eduard Gratacos, kepala kedokteran meternal-fetal dari Spanyol. Ia menambahkan, operasi tersebut terbilang sulit karena dilakukan dekat dengan jaringan hati yang sangat tipis.
Sebelas minggu pasca operasi tersebut Alaitz, yang namanya berarti kegembiraan, dilahirkan dengan berat 2,5 kilogram. Menurut dokter kondisi Alaitz kini sehat dan tumbuh kembangnya normal.
Bronchial atresia, menurut Gratacos diderita satu dari 10.000 bayi. Pada umumnya kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada bayi.
"Kita harus bersyukur dengan teknologi ultrasound sehingga bisa mendeteksi gangguan lebih awal. Bila tidak segera diintervensi, akibatnya sangat bahaya," kata Julio Moreno, ahli neonatal yang terlibat dalam operasi ini.
Operasi yang dilakukan pada Alaitz berlangsung 30 menit. Kemudian 13 hari pasca dilahirkan, Alaitz harus melakukan operasi lain untuk menghilangkan dua dari tiga lobes paru di bagian kanannya.
Alalitz didiagnosa menderita broncial atresia, gangguan pada tenggorokan yang menyebabkan terganggunya pernapasan. Kelainan itu diketahui melalui pemeriksaan kandungan rutin yang dilakukan ibunya. Gangguan tersebut bisa berakibat fatal pada bayi.
Untuk memperbaikinya, tim dokter lalu melakukan tindakan endoskopi melalui mulut janin untuk mencapai bronchi yang tepat pada saluran pernasapan. Tindakan tersebut dilakukan pada akhir tahun 2010, saat janin baru berusia 26 minggu dan baru dipublikasikan Selasa (13/3/12) lalu.
"Ini adalah tindakan pertama di dunia yang pernah dilakukan pada janin dan berhasil," kata Eduard Gratacos, kepala kedokteran meternal-fetal dari Spanyol. Ia menambahkan, operasi tersebut terbilang sulit karena dilakukan dekat dengan jaringan hati yang sangat tipis.
Sebelas minggu pasca operasi tersebut Alaitz, yang namanya berarti kegembiraan, dilahirkan dengan berat 2,5 kilogram. Menurut dokter kondisi Alaitz kini sehat dan tumbuh kembangnya normal.
Bronchial atresia, menurut Gratacos diderita satu dari 10.000 bayi. Pada umumnya kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada bayi.
"Kita harus bersyukur dengan teknologi ultrasound sehingga bisa mendeteksi gangguan lebih awal. Bila tidak segera diintervensi, akibatnya sangat bahaya," kata Julio Moreno, ahli neonatal yang terlibat dalam operasi ini.
Operasi yang dilakukan pada Alaitz berlangsung 30 menit. Kemudian 13 hari pasca dilahirkan, Alaitz harus melakukan operasi lain untuk menghilangkan dua dari tiga lobes paru di bagian kanannya.
Label:
26 minggu,
30 menit,
Alaitz,
bronchial atresia,
Eduard Gratacis,
endoskopi,
fatal,
mulut janin,
operasi,
paru,
pertama,
rahim,
Spanyol,
sukses,
sulit,
tenggorokan,
tersumbat,
tim dokter,
USG
Langganan:
Postingan (Atom)