Selasa, 09 April 2013

Diet Migrain

Sebagian orang mungkin pernah terkena migren. Serangan sakit kepala migrain yang dirasakan lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukuli dan ditarik-tarik dan biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah.

Penderitanya pun cenderung menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bau-bauan. Hal itu tentu amat mengganggu dan bisa menghambat segala aktifitas si penderita.

Apa sebenarnya migren itu? Pramono ahli gizi dari Banjarmasin menjelaskan dalam tulisannya di grup Gerakan Sadar Gizi, sakit kepala migren merupakan salah satu bentuk sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Sakit ini akibat terjadinya suatu kombinasi antara vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan dilepaskannya suatu zat kimia dari serat - serat saraf yang menyelimuti pembuluh darah tersebut. Saat migren menyerang, arteri temporal (arteri yang berjalan disekitar pelipis) akan melebar.

"Pelebaran ini akan menyebabkan terjadinya peregangan pada serat saraf disekitar arteri sehingga merangsang serat saraf ini melepaskan zat kimia. Zat ini akan menyebabkan terjadinya peradangan, dan rasa sakit yang luar biasa," tulis Pramono.

Dia menyarankan bagi mereka penderita migren, perlu memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa makanan dibawah ini perlu dihindari:

1. Hindari bahan pangan yang mengandung TYRAMINE . Tyramine substansi dalam makanan yang tampaknya mempunyai potensi "Vasodilator". Potensi tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah melebar., sehingga meningkatkan aliran darah yang melalui pembuluh darah di kepala dimana akan menyebabkan rasa sakit seperti dipukul benda keras. Sumber bahan makanan Tyramine terutama pada sumber protein hewani seperti keju tua, hati ayam, hati sapi juga pada pisang, terong, krim asam, pengempuk daging, coklat, ragi dan kecap.

2. Hindari minuman yang mengandung alkohol terutama sherry, bir, reusling dan anggur.

3. Hindari makanan yang mengandung MSG. Orang yang sensitifdengan MSG akan mengalami "Chinese Restaurant Syndrome" dimana akan ada perasaan leher dan lengan serta dada terasa tertekan serta sakit kepala.

4. Perlu juga diperhatikan bagi masing-masing individu untuk selalu mengingat makanan yang dapat menjadi pencetus terjadinya migren karena tiap-tiapindividu bisa berbeda. Beberapa makanan yang biasanya bisa menyebakan sakit kepala seperti telur, polong-polongan,kacang tanah, bawang putih, gandum, susu, kayu manis ,babi, jagung, kopi, teh, dan minuman yang mengandung cola.

Minggu, 07 April 2013

Ini Pedoman Makan Daging Merah

Penelitian menunjukkan konsumsi daging merah secara rutin akan memperburuk kesehatan jantung. Para pecinta daging merah pun diperingatkan untuk mengurangi asupan daging merah.

Lantas, berapa sebenarnya takaran asupan daging merah yang direkomendasikan medis? Komisi Gizi London telah mengeluarkan pedoman baru untuk konsumsi daging.

Mereka mengatakan orang dewasa dianjurkan mengonsumsi daging merah rata-rata tidak lebih dari 70 gram per hari atau 500 gram per minggu.

Dilansir dari BBC, takaran daging tersebut diperhitungkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan BBC  Takaran tersebut ekuivalen dengan tiga iris ham (daging asap) dan dua iris daging sapi panggang.

Dalam ukuran menu sehari-hari, spaghetti bolognese mengandung sekitar 140 gram daging. Jumlah tersebut melebihi pedoman asupan daging. Doner kebab yang terdiri dari beberapa iris daging domba berukuran 130 gram juga melebih saran takaran daging merah yang dianjurkan.

Bagaimana Daging Merah Merusak Jantung

Jika ingin terhindar dari penyakit jantung dan stroke, para ahli menyarankan untuk menghindari konsumsi daging merah. Tetapi baru terungkap bagaimana mekanisme daging merah merusak kesehatan.

Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa senyawa karnitin di daging merah akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Penghancuran senyawa ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selama ini telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa makan daging merah secara rutin dapat merusak kesehatan jantung karena tingginya kandungan lemak jenuh. Bahaya dari lemak jenuh dan daging yang diproses sudah lama diketahui memiliki dampak buruk, namun bukan itu saja yang menyebabkan daging merah berbahay.

"Kandungan kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah bukan bahaya satu-satunya, masih ada hal lain yang berkontribusi untuk meningkatkan risiko kardiovaskular," ujar ketua studi dr. Stanley Hazen, dari Claveland Clinic.

Percobaan yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri pada sistem pencernaan dapat memecah karnitin. Karnitin dipecah menjadi gas dikonversi di hati menjadi senyawa kimia yang disebut TMAO. Dalam studi ini, TMAO dikaitkan kuat dengan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga dapat memicu penyakit jantung dan kematian.

Hazen mengatakan TMAO seringkali tidak dihiraukan karena mungkin merupakan produk sisa dari metabolisme. "Namun secara signifikan dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol dan akumulasinya," ujarnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengurangi frekuensi makan daging merah sangat dianjurkan. Selain itu studi ini juga menekankan penggunaan yogurt berprobiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.

"Mengurangi jumlah bakteri yang memecah karnitin secara teori dapat pula mengurangi bahaya dari daging merah," tutur Hazen.

Orang yang tidak makan daging merah atau vegetarian memiliki jumlah bakteri pemecah karnitin yang lebih sedikit daripada pemakan daging.

Kendati daging merah merupakan sumber protein dan beberapa zat gizi yang baik, namun sebaiknya tidak dimakan terlalu berlebihan. Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 70 gram per harinya.

10 Cara Tepat Mengusir Perut Buncit

Perut buncit bukan hanya mengganggu penampilan. Sejumlah penyakit mengintip di balik gelembung perut yang besarnya tidak proporsional bagi tubuh itu.

Ahli kesehatan dr. Selfie C. Rijal menuturkan, lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Pertama, lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan (subcutaneous fat). Kedua, lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut, yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).

Lemak visceral yang berada di sekeliling perut merupakan sumber asam lemak bebas yang langsung menuju hati melalui vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati – red.). Lemak ini relatif resisten terhadap kerja insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat).

“Semakin banyak jumlah lemak visceral ini, maka semakin buncit seseorang,” ujarnya. Ditegaskan, banyaknya lemak visceral itu berkorelasi dengan tingkat kebuncitan perut.

Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa dari dua jenis lemak yang menggelembungkan bentuk perut, lemak visceral lebih berbahaya. Sebab, terkait dengan metabolisme seperti resistensi insulin, diabetes, serta sistem peredaran darah.

Dokter yang bekerja untuk RS Sari Asih, Tangerang, ini mengungkapkan semakin buncit seseorang, semakin tinggi kemungkinan mengalami resistensi insulin. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa penyakit. Selfie melanjutkan, penyakit yang rentan terhadap perut buncit di antaranya penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, serta kekebalan insulin. “Memang orang buncit itu mendapat risiko lebih dari penyakit. Itulah mengapa perut buncit perlu dikhawatirkan,” tandasnya.

Bagaimana mengatasinya? Berikut ini tips dari dr. Selfie C. Rijal:

1. Makan lemak sehat
Percaya atau tidak, program diet rendah lemak tidak akan menghilangkan perut buncit. Profesor Mehmet Oz, M.D dari Colombia University mengungkapkan hal tersebut. Yang benar adalah berhenti mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan roti gandum murni. Makanlah dengan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun.

2. Turuti keinginan tubuh
Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jika seseorang mengikuti apa keinginan tubuhnya saat lapar, ia justru cenderung makan lebih sedikit dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang ngidam makan burger keju, mungkin ia akan makan selama beberapa hari dan kemudian tubuh akan merasa bosan dan mengurangi permintaan akan makanan tersebut. Pastikan porsinya tidak berlebihan.

3. Atur porsi makan
Studi yang dilakukan Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois, Chicago menemukan orang yang mengurangi porsi makan hariannya hingga 25 persen, berat badannya berkurang hingga 15 kg dalam 8 minggu. Begitu pula saat akhir pekan, makan yang terkontrol juga bisa membantu seseorang mengurangi berat badan cukup signifikan.

4. Sit-up tidak hilangkan lemak
Sebanyak apapun sit-up yang Anda lakukan, ia tidak akan membasmi lemak di perut. Ia akan menguatkan otot namun lemak sulit terbakar hanya dengan sit-up. Sebaliknya, Anda harus melakukan latihan menyeluruh di otot besar lainnya seperti kaki, bahu, dada dan lainnya agar proses pembakaran lemak lebih maksimal.

5. Banyak latihan kardio
Jika Anda sudah menguatkan otot besar dengan latihan beban, maka berikutnya bisa mempercepat proses pembakaran lemak dengan latihan kardio. Lari atau aerobik membantu membakar kalori berlebih jika diimbangi dengan membatasi lemak buruk yang dikonsumsi.

6. Jangan kurang/kelebihan tidur
Kurang tidur akan membuat metabolisme tubuh melambat sehingga sulit membakar lemak, sedangkan kelebihan tidur membuat tubuh menjadi pasif dan terbiasa untuk tidak banyak bergerak. Keduanya memicu penumpukan lemak dalam waktu yang lebih cepat.

7. Stop minum minuman bersoda (bahkan soda berlabel "Diet")
Studi 10 tahun yang dilakukan oleh University of Texas menemukan orang yang rutin minum soda diet justru menggemuk lebih cepat ketimbang yang tidak minum. Hal ini disebabkan pemanis buatan dalam soda membuat perut lebih cepat buncit dan membuat rasa lapar lebih mudah datang. Gantilah minuman ini dengan teh atau air lemon murni.

8. Meditasi
Tahukah Anda, saat berdoa dan bermeditasi, hormon stress kortisol akan berkurang produksinya? Ya, inilah hormon yang menyebabkan perut buncit. Jadi, hindarilah stress, perbanyak berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Hanya 15 menit sehari, sudah cukup membantu.

9. Gula yang tepat
Memakan makanan manis sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia, namun Anda bisa memilih rasa manis yang tepat. Buah memiliki gula alami, begitu pula dengan madu. Saat Anda memakan makanan mengandung gula seperti keripik dan nasi putih, sebagian besar kalori yang masuk berubah menjadi lemak perut.

10. Berolahraga dengan cerdas, bukan dengan keras
Setelah lemak perut mulai berkurang, saatnya untuk memulai latihan perut. Berlatihlah dengan merasakan kontraksi, bukan berlebihan. Otot perut yang kencang akan membantu Anda tampil lebih fit dan segar.

Tempat yang Bikin Langsing Selain Gym

Saat ini, hampir seluruh pekerjaan di kantor mulai dari riset data, berkomunikasi, dan lainnya di lakukan di depan komputer dan membuat Anda kurang aktif bergerak.

Belum lagi teknologi lain seperti smartphone, komputer tablet, dan media lain yang tidak memerlukan aktivitas berat untuk mengaksesnya. Minimnya aktivitas inilah yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan bertambahnya berat badan.

Seorang profesor kedokteran di Mayo’s Departement of Endocrinology di Rochester, Dr. James A Levine mengatakan, kantor yang sehat adalah kantor yang memungkinkan para karyawannya bergerak lebih banyak.

Misalnya, dengan menyingkirkan kursi-kursi dan mengubah letak meja. Membuat ruang rapat menjadi trek untuk berjalan kaki. Telepon-telepon yang ‘melekat’ di meja digantikan dengan yang tanpa kabel. Idenya adalah memotivasi orang untuk aktif bergerak atau berjalan lebih banyak di dalam kantor sambil mereka bekerja.

Berikut beberapa contoh aktivitas kantor yang bisa membantu menurunkan berat badan menurut Levine:

Naik Turun Tangga

Daripada menggunakan lift atau eskalator, lebih baik menggunakan tangga darurat jika ingin menurunkan berat badan di kantor. Jika lantai yang Anda tuju tidak terlalu tinggi, cara ini bisa dijadikan latihan alternatif untuk meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak tubuh.

Banyak Gerak Saat Rapat

Daripada memesan ruang rapat, ada baiknya Anda mengajak kolega dan relasi Anda untuk ikut berjalan bersama Anda. Ajak mereka berdiskusi secara serius tapi santai sambil berjalan kaki menuju restoran atau meeting room.

Pastikan topik pembicaraan yang dibahas tidak terlalu formal. Saling bertukar ide dan pendapat adalah salah satu yang bisa Anda lakukan. Dengan melakukan ini, kalori Anda akan lebih cepat terbakar daripada harus duduk berlama-lama di ruang rapat.

Jangan Terlalu Banyak Duduk

Berdirilah sewaktu berbicara atau mengetik ketika sedang melakukan presentasi. Para peserta rapat bisa juga mendengarkan presentasi sambil berdiri. Sampaikan alasan yang tepat kepada atasan Anda bahwa berdiri jauh lebih sehat daripada duduk berlama-lama saat rapat.

Berdiri juga bisa membuat Anda lebih luwes dan bebas bergerak. Semakin banyak gerakan, semakin meningkat pula metabolisme dan pembakaran kalori tubuh Anda.

Cari Teman Seperjuangan

Beruntung jika Anda memiliki teman kerja yang memiliki tujuan yang sama, karena mereka tidak akan mengajak untuk makan di restoran cepat saji. Jika Anda tidak punya, maka segera cari teman dengan tujuan yang sama, ini akan menjadi motivasi tambahan bagi Anda.

Anda dan juga teman “seperjuangan” bisa memberi pedometer (alat pengukur langkah) untuk menilai siapa yang paling banyak melangkah di hari kerja tersebut. Cara ini akan sangat menyenangkan. Selain meningkatkan motivasi, Anda juga bisa terbebas dari stres.

Ngemil Sehat

Meja kerja Anda tentu memiliki satu atau bahkan beberapa laci kecil. Buat salah satunya menjadi “laci sehat” dengan menambahkan camilan sehat seperti roti gandum, sayuran kering, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Camilan ini akan membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah makan rakus saat makan siang nanti.

Yuk, jadikan kantor sebagai tempat yang sehat untuk menurunkan berat badan dari sekarang.

Sabtu, 06 April 2013

Perut Buncit? Jangan Salahkan Usia Anda

Usia sering menjadi biang kerok sesuatu. Dengan alasan usia yang sudah tua, menjadi pembenaran bagi kita untuk hanya duduk di rumah, tak perlu lagi aktif bekerja. Umur juga sering jadi dalih untuk menerima begitu saja apa yang Anda anggap sewaktu masih muda sebagai penyakit. Setelah berangsur tua tidak demikian lagi. Anda sakit pinggang, sakit lutut, hipertensi, diabetes, jantung, dianggap normal bila keluhan penyakit itu muncul setelah Anda beranjak tua. Bahkan, karena usia dianggap sudah tua, sah-sah saja seseorang kemudian meninggal.

Perut buncit, yang diketahui sebagai faktor risiko beberapa penyakit seperti hipertensi, jantung, stroke, diabetes mellitus, bahkan keganasan, juga dianggap tidak bermasalah, normal-normal saja bila terjadi pada seseorang yang umurnya sudah beranjak tua. Padahal, pada anak-anak perut buncit sekarang bukanlah sesuatu yang aneh lagi. Dan lebih celaka lagi, banyak yang punya asumsi bahwa perut yang buncit itu dianggap sebagai sesuatu yang tak dapat dihindari, seiring bertambahnya usia mereka.

Sesuai fenomena di atas, banyak pasien saya yang menganggap dan menyalahkan perut mereka yang buncit itu akibat usia mereka yang semakin tua. Misalnya Tuan A. Laki-laki usia 52 tahun, datang konsultasi dengan keluhan dada panas dan perut menyesak, terutama setelah makan. Waktu saya beritahu bahwa keluhannya ada kaitannya dengan perutnya yang buncit itu, pasien seperti tidak percaya, dan merasa bahwa perutnya yang besar itu adalah normal karena usianya yang dia anggap sudah mulai tua.

Pasien lain, seorang wanita berusia 55 tahun dengan keluhan nyeri pada salah satu lututnya. Waktu saya jelaskan bahwa salah satu faktor risiko nyeri pada lututnya ada hubungan dengan kegemukan dan perutnya yang besar, juga beranggapan demikian. "Gimana lagi dokter, umur saya kan sudah cukup tua", kata pasien

Seperti diketahui, umur memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya perut buncit. Semakin tua Anda, maka kemungkinan perut Anda semakin buncit kian besar pula. Mengapa hal ini bisa terjadi? Pertanyaan yang sering diajukan pasien saya. Salah satu penyebabnya adalah berkaitan dengan menurunnya tingkat metabolisme tubuh kita seiring dengan menuanya kita. Metabolisme yang menurun ini disebakan oleh berkurangnya massa otot, perubahan hormonal, dan kebutuhan kalori organ internal kita yang semakin menurun seiring dengan bertambahnya usai kita.

Perubahan hormonal yang terjadi ini, dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi lebih gemuk. Penurunan hormon testosteron dan DHEA pada laki-laki, dan hormon estrogen pada wanita pada wanita dapat menurunkan massa otot dan penumpukan lemak di sekitar perut. Tetapi, itu tidak berarti bahwa kita tidak dapat mempertahan kebidupan yang sehat dan menjaga keseimbangan hormonal dengan semakin tuanya kita. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan masaa otot akibat bertambahnya umur, sebagian besar dibawah kendali kita. Semakin sehat makanan kita, semakin sehat kita hidup, dan semakin sering kita bergerak, olahraga, maka semakin seimbang hormon dan semakin baik metabolisme tubuh kita.

Kemudian, umur hanyalah salah satu faktor risiko perut Anda semakin buncit. Massa otot yang semakin berkurang apalagi aktifitas fisik Anda juga semakin menurun dan asupan makanan Anda sama saja atau bahkan lebih banyak lagi merupakan faktor penting bertambahnya tumpukan lemak di sekitar perut Anda. Massa otot yang berkurang menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Penurunan ini akan mengurangi kebutuhan rata-rata kalori kita. Jadi, bila kita tetap makan dengan porsi yang sama, sementara kebutuhan kalorinya menurun, penumpukan lemak itu akan tetap terjadi. Karena itu, sangat penting mempertahankan massa otot walau usia Anda bertambah. Seperti diketahui, jaringan otot membakar kalori 3 kali lebih banyak dibandingkan jaringan lemak.

Lalu, karena umur itu tidak dapat dikendalikan, yang dapat kita lakukan adalah mengatur masukan kalori dan mempertahankan aktivitas fisik yang cukup. Jadi, agar penumpukan lemak itu tidak terjadi, maka Anda harus mengurangi masukan kalori harian Anda atau menaikkan kalori keluarannya. Masukan kalori dapat dikurangi dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung kalori tinggi seperti gula, karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan memperkecil takaran piring Anda, serta sebaliknya memilih makanan yang banyak mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan.

Untuk meningkatkan keluaran kalori, dapat Anda lakukan dengan olahraga aerobik secara teratur, paling tidak 30-40 menit setiap hari, minimal 5 kali dalam seminggu. Dan, untuk meningkatkan massa otot Anda, lakukan olahraga peregangan, dan pembebanan ringan, 2-3 kali dalam seminggu. Insya Allah dengan memperhatikan asupan makanan Anda, olahraga yang Anda lakukan, ancaman perut buncit seiring dengan bertambahnya usia Anda, dapat dihindari.

Jumat, 05 April 2013

Dengan Komputer Ilmuwan Jepang Bisa Baca Mimpi Seseorang

Mimpi kerap dikatakan sebagai bunga tidur. Dan ternyata dari mimpi bisa terbaca apa yang dipikirkan orang tersebut. Para ilmuwan mencoba menemukan jawabannya dengan membuat program untuk membaca mimpi orang. Ilmuwan itu mengklaim kalau 'penangkap mimpi' itu 60 persen akurat.

Tingkat detailnya memang masih jauh dari film 'Inception' yang diperankan Leonardo DiCaprio, ketika ia bisa memanipulasi mimpi orang dan mencuri pikiran saat tidur.

Para ahli telah menuangkan hasil penelitian yang menakjubkan itu dalam Jurnal Science seperti dikutipDailymail, Jumat (5/4/2013).

Para ilmuwan dari Jepang itu memindai otak tiga relawan ketika tidur dengan MRI. Setiap enam atau tujuh menit, responden itu diminta bangun dan diminta menggambarkan setiap mimpinya. Proses itu diulang sampai para peserta menceritakan setidaknya 200 mimpi.

Seorang pria yang mengantuk mengatakan kepada peneliti. "Dari langit, saya melihat sesuatu seperti patung perunggu yang besar". "Patung perunggu itu ada di sebuah bukit kecil. Di bawah bukit, ada rumah-rumah, jalan, dan pohon".

Relawan lain berkata: "Saya menyembunyikan kunci di tempat antara kursi dan tempat tidur dan seseorang mengambilnya".

Cerita para relawan itu dianalisis dan kunci tema dari setiap peserta dibagi dalam 20 kategori. Contoh kategori termasuk pria, wanita, alat, buku, dan mobil.

Selanjutnya, para relawan yang bangun, diperlihatkan foto-foto yang sesuai dengan hal-hal dari kategori itu dan otaknya dipindai sekali lagi. Sebuah program komputer dengan cepat mengetahuinya dan menempatkan aktivitas otak itu untuk setiap kategori.

Pada bagian akhir dari percobaan, komputer mencoba untuk memecahkan kode pemindai otak dari para relawan saat tidur lagi. Hebatnya, komputer bisa mengidentifikasi gambaran mimpi sekitar 60 persen.

"Ini jauh lebih tinggi dibanding hanya kebetulan saja," ujar peneliti Yukiyasu Kamitani, dari ATR Computational Neuroscience Laboratories di Kyoto.

Beberapa ahli saraf percaya kalau relawan yang tidurnya kurang nyenyak tak mempunyai teknik bermimpi. Tapi para peneliti Jepang percaya ada persamaan dengan bermimpi saat tidur sebentar dan nyenyak.

Neuroscientist Amerika Serikat dan pakar mimpi dari Harvard Medical School di Boston Dr Robert Stickgold mengatakan bawa manusia masih jauh dari memiliki mesin yang sepenuhnya bisa membaca mimpi. Namun ia melihat penelitian itu menakjubkan.

Dr Stickgold mengatakan penelitian membuktikan, untuk pertama kalinya manusia bisa menggambarkan impiannya nyaris akurat. "Sampai saat ini, tidak ada alasan yang mengatakan kita tidak membuat mimpi kita ketika bangun."

Dia menambahkan bahwa di masa depan, teknik ini dapat digunakan untuk membantu kita mengingat mimpi dilupakan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...