Tampilkan postingan dengan label kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Tingkatkan Daya Ingat Otak, Coba Resep Ini

Lupa menaruh kunci, lupa pin ATM, lupa agenda rapat, dan banyak hal lain terlupa dalam aktivitas sehari-hari. Ini pasti menjengkelkan, terutama jika Anda merasa bahwa secara usia belum terlalu tua.

Menjadi pikun tak harus menunggu tua. Di usia muda pun pikun bisa menyerang. Penyebabnya macam-macam. Mungkin stres, kurangnya asupan gizi otak, atau juga kurangnya latihan otak. Dilansir Woman's Day, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat otak.

Sabtu, 27 Juli 2013

Minum Kopi Turunkan Risiko Bunuh Diri

Harvard--Penelitian tentang manfaat kopi terus dilakukan ilmuwan. Sebuah penelitian terbaru menunjukan minum kopi dua hingga empat cangkir sehari bisa menurunkan risiko bunuh diri hingga 50 persen.

Kesimpulan itu didapat peneliti dari Harvard School of Public Health, Amerika. Mereka mempelajari data dari tiga penelitian sebelumnya. Hasilnya, risiko bunuh diri di antara orang dewasa yang mengkonsumsi kopi berkafein dua hingga empat cangkir sehari turun 50 persen dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein, minum sedikit kopi, atau mereka yang sama sekali tidak minum kopi.

Peneliti mengkaji 200 ribu data pria dan wanita terkait konsumsi kopi mereka, baik berkafein atau tidak, termasuk teh, minuman ringan berkafein, dan cokelat. Selama penelitian yang berlangsung 6,5 tahun itu, terdapat 277 kematian akibat bunuh diri.

"Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukan bahwa ada sedikit tambahan manfaat dalam mengkonsumsi di atas dua atau tiga cangkir 400 miligram kafein per hari," kata kepala peneliti Michel Lucas, sebagaimana dilansir Daily Mail, Jumat, 26 Juli 2013.

Bagaimana hubungan konsumsi kopi dengan penurunan risiko bunuh diri. Peneliti mengatakan kafein bekerja dengan merangsang pusat saraf pusat tapi bisa berperan sebagai antidepresan ringan dengan meningkatkan produksi neurotransmiter 'mood bagus' di otak, misalnya serotonin, dopamin, dan noradrenalin.

Inilah yang mungkin menjelaskan mengapa pada penelitian epidemiologi sebelumnya peneliti menemukan adanya risiko depresi yang lebih rendah pada pengkonsumsi kopi di masa lalu. Meskipun demikian, bukan berarti peneliti menyarankan orang yang depresi mengobati sendiri penyakit yang dialaminya dengan meningkatkan konsumsi kafein. Sumber *

Rabu, 10 Juli 2013

4 Menu Makanan yang Perlu Dihindari Saat Berpuasa

Jakarta - Bulan Ramadan, adalah bulan dimana seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa. Untuk itu kita harus menjaga segala asupan gizi saat sahur dan berbuka. Karena, makanan yang bergizi dan seimbang saat sahur dan berbuka berperan penting untuk daya tahan dan kekuatan saat berpuasa.

Seperti yang dilansir dari situs Rmit.com, makanan yang kaya akan serat dan karbohidrat juga sangat baik untuk tubuh saat berpuasa. Karena makanan tersebut dapat membantu melepaskan energi secara perlahan selama berjam-jam saat berpuasa. Makanan dengan karbohidart dan protein yang tinggi dapat kita temukan di gandum, oat, kacang-kacangan, ikan, kacang hijau serta buah-buahan dan sayuran lainnya.

Kamis, 04 Juli 2013

Kopi Ternyata Punya Komponen Sama dengan Kecoak dan Daging Busuk

Selama ini mungkin kita tak sadar apa kandungan di dalam kopi. Ternyata, dalam minuman kopi terdapat beberapa zat yang tak kita sangka sebelumnya. Termasuk komponen yang terdapat pada kecoak dan daging busuk!

Majalah Wired membuat seri video animasi 'What's Inside' yang salah satunya menjelaskan kandungan kopi. Disebutkan bahwa minuman kopi 98%-nya terdiri dari air, sedangkan 2% sisanya terdiri dari beberapa komponen yang bisa jadi menjijikkan dalam konsentrasi tinggi.

Senin, 03 Juni 2013

Melewatkan Secangkir Kopi di Pagi Hari

Orang sering merasa bersalah minum kopi di pagi hari, namun sebenarnya kopi kaya akan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh, dengan catatan dikonsumsi tidak lebih dari 2 cangkir sehari. Jadi meminum secangkir kopi pada pagi hari, dapat mengurangi risiko Anda terkena serangan radikal bebas dan inflamasi.

Tidak Pergi Liburan Saat Hari Libur

Seperti yang sudah diketahui bahwa pergi liburan dengan keluarga atau teman dapat mengurangi tingkat stres penyebab tekanan darah tinggi. Bahkan sebuah studi selama 20 tahun yang melibatkan 750 wanita mengungkapkan, bahwa mereka yang tidak berlibur sekali dalam 6 tahun berisiko 50-100% terkena serangan jantung. So, take a little time to go on vacation!

11. Melewatkan secangkir kopi di pagi hari


Jumat, 22 Maret 2013

Stres Melanda, Jauhi Delapan Makanan Ini

Kondisi tertekan atau stres bisa melanda siapa saja. Pemicunya pun bisa karena banyak faktor, mulai dari pekerjaan hingga urusan rumah tangga . Bagi sebagian orang, makanan dan minuman dianggap bisa menjadi pelepas stres. Tapi, tahukah Anda, bila stres sedang melanda, ada sejumlah makanan dan minuman yang pantang untuk dikonsumsi?

Heather Bauer, pendiri situs Bestowed.com, mengungkapkan, saat mengalami stres, orang-orang justru melampiaskannya dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat meningkatkan kortisol (hormon stres). “Makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam mampu meningkatkan kadar kortisol,” ucap Heather, seperti dilansir situs The Huffington Post, pekan lalu.

Heather menyarankan, ada baiknya sebelum membeli makanan atau minuman, Anda memperhatikan jenis-jenis makanan dan minuman yang justru bisa menambah stres. Kedelapan makanan itu adalah.

1. Minuman Berenergi
Minuman berenergi yang sarat dengan kafein dan gula merupakan minuman yang harus dihindari saat stres menerjang. “Kombinasi kafein dan gula bisa menambah kegelisahan, dan ini makin membuat Anda tertekan,” ucap Dawn Jackson Blatner, penulis buku The Flexitarian Diet. Ia menambahkan, minuman berenergi juga akan memicu tubuh kita untuk tetap terjaga, yang pada akhirnya berujung kepada insomnia.

2. Makanan Pedas
Jika stres Anda dipicu oleh persoalan pada pencernaan, makanan pedas harus dihindari. Heather mengatakan, sistem pencernaan pada orang yang mengalami stres tidak bekerja optimal. Kondisi stres bakal menurunkan metabolisme tubuh yang menyebabkan makanan lebih lama dicerna dan menurunkan asam lambung. “Menelan makanan pedas justru bisa memperburuk pencernaan,” kata dia.

3. Permen dan makanan manis
Umumnya, orang yang mengalami stres akan berusaha menekannya dengan beragam cara. Namun hindarilah mengkonsumsi permen atau makanan yang mengandung gula. Makanan manis dapat membuat gula darah meningkat. Dengan kata lain, kinerja insulin dalam tubuh menjadi bertambah. Dampaknya, Anda menjadi mudah tersulut emosi.

4. Alkohol
Keliru bila Anda menganggap segelas anggur mampu menghadirkan ketenangan. Sebuah studi di jurnal endrokrinologi dan metabolisme pada 2008 mengungkapkan, alkohol dapat mendorong hormon kortisol. Mereka yang menenggak minuman beralkohol malah akan mendorong produksi hormon stres.

Berdasarkan riset di Universitas Chicago, jurnal alkohol: klinik dan pengalaman riset, antara alkohol dan stres ternyata “saling melengkapi”. Orang menilai alkohol dapat mengurangi kadar emosi dari stres. Namun faktanya, streslah yang dapat mengurangi efek memabukkan dari alkohol.

5. Kopi
Untuk alasan yang sama, beragam rasa kopi yang manis, entah itu rasa vanila atau moka, mampu meningkatkan level stres Anda. “Ketika orang panik pada saat jam kerja, mereka memilih pergi ke kedai kopi dan minum secangkir kopi. Ini justru makin membuat mereka gelisah,” ucap Blatner.

6. Makanan Ringan
Sebagian orang merasa nyaman dengan makanan jenis ini. Makanan yang mengandung natrium dan lemak ternyata merupakan jenis makanan yang harus dihindari saat stres datang lantaran bisa memicu langsung peningkatan level kortisol. “Dan makanan seperti ini yang justru kita konsumsi ketika stres,” kata Heather.

7. Kentang Goreng
Karbohidrat yang tinggi, seperti kentang goreng, boleh jadi mampu memberi pasokan energi dalam waktu cepat, tapi malah akan berdampak buruk di kemudian hari. Selain bisa memicu hipertensi karena tingginya kandungan garam, kentang goreng juga bisa mendorong stres untuk jangka waktu yang lama. “Lebih baik hindari mengunyah makanan dengan kadar garam yang tinggi,” kata bauer.

8. Permen Karet
Blatner menuturkan, menguyah permen karet atau makanan dengan pemanis buatan bisa memperburuk masalah pencernaan yang terkait dengan stres. Seperti disebut-sebut bahwa kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan Anda mudah marah. Makanan yang membuat perut kembung memang tidak langsung mendorong terjadinya stres.

Perut kembung bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang ujungnya bisa membuat Anda tertekan. “Dan ini semakin membuat Anda mudah terpicu emosi,” ucap Blatner. Jadi pandai-pandailah memilih makanan saat stres mendera.

Jumat, 24 Februari 2012

Penelitian: Kopi Diminum Dengan Sedikit Gula Memberikan Efek Positif Lebih Banyak daripada Efek Negatifnya

Dibalik semua efek negatif yang ditimbulkan dari pengonsumsian kopi secara berlebihan, seperti insomnia, ternyata kopi memiliki sifat unik, yaitu mengandung antioksidan yang lebih kuat dibandingkan makanan lain.

Dalam sebuah penelitian, manfaat kopi yang diminum dengan sedikit gula bisa memberikan efek positif yang lebih banyak daripada efek negatifnya. Berikut ini beberapa manfaat unik yang bakal Anda dapatkan dari mengonsumsi kopi.

Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, para penikmat kopi tanpa gula memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe 2. Menurut sebuah hasil penelitian, wanita menopause yang minum setidaknya 4 cangkir kopi sehari mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 hinga 50 persen.

Peneliti dari Huazhong University of Scince and Technology menemukan sedikitnya tiga kandungan senyawa alami terkandung dalam kopi, yaitu kafein, asam kafeik dan asam klorogenik. Tiga senyawa inilah yang berjasa menangkal perkembangan racun dari protein terkait risiko diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, namun senyawa dalam kopi bekerja untuk mencegah proses produksi sel insulin dari kehancuran. Bahkan, manfaat kopi decaffein (kopi dengan kadar kafein rendah) bekerja lebih baik menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Konsumsi kopi juga meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin dalam darah (sex hormone binding globulin/SHBG), yang memberikan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari mutasi genetik.

Melawan sel kanker

Menurut Prof. Takayuki Shibamoto, ahli toksikologi lingkungan dari Universitas California, Amerika, menyatakan kopi yang baru diseduh akan memproduksi antioksidan yang penting untuk kesehatan. Para peneliti mengatakan bahwa antioksidan dapat merusak DNA dan membran-membran sel sehingga dapat menyebabkan kanker.

Pada tahun 2011, peneliti Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium (kanker rahim).

Penelitian lain pada tahun 2011 di Harvard menunjukkan, pria yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, memiliki 60 persen lebih rendah terkena kanker prostat, dan 20 persen lebih rendah terkena jenis dari kanker prostat.

Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya juga mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut dan kanker kerongkongan.

Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, seperti senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda untuk proses kerusakan peradangan.

Methylpyridinium, senyawa antioksidan yang sangat aktif karena proses pemanggangan biji kopi, ditemukan hampir dalam semua kopi. Bahkan espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa antikanker.

Menurunkan risiko demensia

Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tetapi para ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan kebiasaan minum kopi hangat tampaknya dapat menurunkan risiko.

Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari 65 persen lebih rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe 2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga kemungkinan bahwa peminum kopi memiliki lebih banyak energi dan bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan pelindung terhadap demensia.

Melindungi dari penyakit Parkinson

Kopi membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson bagi kaum pria. Pria yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein setiap hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari Parkinson, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi atau sedikit minum kopi.

Awalnya, peneliti tidak yakin jika kafein cukup bermanfaat melindungi pria dari parkinson. Namun, sebuah riset menemukan sebuah gen yang disebut GRIN2A, yang tampaknya melindungi penikmat kopi dari serangan penyakit Parkinson.

Cegah risiko depresi

Menurut sebuah hasil penelitian, mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of Public Health melaporkan, orang yang minum 4 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami depresi. Sementara orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah.

Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi pria dari depresi. Kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi dan mood meski dalam jangka pendek. Para peneliti Harvard juga melihat penurunan serupa pada orang depresi yang mengonsumsi minuman ringan berkafein.

(Berbagai Sumber)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...