Di masa kini, kita mungkin bingung membedakan makanan sehat dan tidak sehat. Banyak produsen makanan berlomba mengemasnya sedemikian menarik, sehingga konsumen mengabaikan kandungan nutrisi sesungguhnya.
Persepsi ini juga didorong dengan pemberitaan informasi yang salah tentang makanan tidak sehat. Seperti, ada beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi ternyata tidak, atau yang kita anggap buruk ternyata baik untuk kesehatan.
Inilah lima mitos seputar makanan, yang ada di sekeliling kita:
1. Mitos: Konsumsi daging merah meningkatkan risiko darah tinggi.
Fakta: Sebenarnya konsumsi daging merah tidak menyebabkan darah tinggi. Hanya, cara mengolahnya yang bisa menyebabkan timbulnya darah tinggi.
Pemasakan yang lama akan membuang nutrisinya, belum lagi jika dimasak dengan santan. Pilih daging yang bebas lemak. Dibakar adalah cara baik untuk menikmatinya.
2. Mitos: Mencuci buah dengan air hilangkan pestisida.
Fakta: Tidak juga. Mencucinya dengan air hanya menghilangkan kotoran pada kulit luar saja, bukan pestisida. Untuk menghilangkan pestisida pada lapisan kulit hanya dengan mengupasnya.
3. Mitos: Seafood sumber kolesterol.
Fakta: Sumber kolesterol terbesar pada seafood terletak pada bagian kulit luar atau cangkangnya. Hindari memakan kulit udang, bagian kepala dan ekornya.
4. Mitos: Sayuran mentah lebih baik.
Fakta: Ada anggapan bahwa semakin lama memasak sayuran. maka nutrisi di dalamnya akan terbuang. Tapi itu belum tentu benar. Contohnya wortel, ketika dimasak, wortel akan menghasilkan tiga kali lebih banyak beta karoten.
5. Mitos: Daging putih lebih rendah lemak.
Fakta: Makan daging ayam dianggap lebih sehat, tetapi faktanya meningkatkan risiko gemuk lebih tinggi daripada konsumsi daging merah. Sirloin steak mengandung 5 gr lemak per 100 gr, sedangkan paha ayam memiliki 9 gr per 100 gr.
Jumat, 10 Februari 2012
Sosis
Rasanya yang lezat dan pengolahan yang praktis. Dua alasan ini cukup menjawab pertanyaan mengapa sosis banyak disukai, terutama oleh anak-anak.
Nama sosis sendiri berasal dari bahasa latin yaitu salsus, yang berati asin. Pengertian ini mengarah pada potongan atau cincangan daging yang diawetkan melalui proses penggaraman. Pengolahan awalnya, sosis dikembangkan oleh negara yang memilliki 4 musim. Tujuannya adalah untuk mengawetkan agar tidak kekurangan daging selama musim dingin.
Berdasarkan pengolahannya sosis digolongkan ke dalam 5 jenis. Dan semuanya dapat kita jumpai di super market.
1. Cooked sausage
Terbuat dari daging sapi segar, yang diolah dengan cara dimasak. Sosis jenis ini dapat langsung dikonsumsi, tetapi untuk menjaga cita rasa, biasanya sosis dihangatkan terlebih dahulu. Dapat disimpan dalam kulkas selama 7 hari setelah kemasan dibuka.
Contoh: braunschweiger, veal sausage, dan liver sausage.
2. Cooked smoked sausage
Sosis ini hampir sama jenisnya dengan sosis masak, hanya saja setelah matang, sosis kemudian diasap atau dipanggang. Dapat dikonsumsi dalam bentuk hangat dan dingin. Untuk menjaga kesegarannya dapat disimpan dalam kulkas.
Contoh: bologna, kielbasa, dan wieners.
3. Fresh sausage
Dikenal juga dengan sebutan sosis mentah. Harus dimasak hingga matang, tidak dapat hanya dihangatkan seperti sosis pada umumnya. Sosis ini hanya mampu bertahan 3 hari di kulkas.
Contoh: boerwors, italian pork, fresh beef sausage.
4. Fresh smoked sausage
Ini adalah sosis segar yang langsung diasap, tanpa harus direbus terlebih dahulu. Setelah diasap sosis dapat langsung disimpan dalam kulkas, tetapi tetap harus dimasak sebelum menikamtinya.
Contoh: mettwurst dan roumanian sausage.
5. Dry sausage
Dibuat dari daging pilihan. Proses pembuatan sosis ini, lebih sulit dibandingkan sosis umumnya, karena melalui proses pengeringan. Kelebihan dari jenis sosis satu ini adalah ia dapat bertahan lama di kulkas, meski tak disimpan di freezer.
Contoh: salami, dan summer sausage.
• VIVAnews
Nama sosis sendiri berasal dari bahasa latin yaitu salsus, yang berati asin. Pengertian ini mengarah pada potongan atau cincangan daging yang diawetkan melalui proses penggaraman. Pengolahan awalnya, sosis dikembangkan oleh negara yang memilliki 4 musim. Tujuannya adalah untuk mengawetkan agar tidak kekurangan daging selama musim dingin.
Berdasarkan pengolahannya sosis digolongkan ke dalam 5 jenis. Dan semuanya dapat kita jumpai di super market.
1. Cooked sausage
Terbuat dari daging sapi segar, yang diolah dengan cara dimasak. Sosis jenis ini dapat langsung dikonsumsi, tetapi untuk menjaga cita rasa, biasanya sosis dihangatkan terlebih dahulu. Dapat disimpan dalam kulkas selama 7 hari setelah kemasan dibuka.
Contoh: braunschweiger, veal sausage, dan liver sausage.
2. Cooked smoked sausage
Sosis ini hampir sama jenisnya dengan sosis masak, hanya saja setelah matang, sosis kemudian diasap atau dipanggang. Dapat dikonsumsi dalam bentuk hangat dan dingin. Untuk menjaga kesegarannya dapat disimpan dalam kulkas.
Contoh: bologna, kielbasa, dan wieners.
3. Fresh sausage
Dikenal juga dengan sebutan sosis mentah. Harus dimasak hingga matang, tidak dapat hanya dihangatkan seperti sosis pada umumnya. Sosis ini hanya mampu bertahan 3 hari di kulkas.
Contoh: boerwors, italian pork, fresh beef sausage.
4. Fresh smoked sausage
Ini adalah sosis segar yang langsung diasap, tanpa harus direbus terlebih dahulu. Setelah diasap sosis dapat langsung disimpan dalam kulkas, tetapi tetap harus dimasak sebelum menikamtinya.
Contoh: mettwurst dan roumanian sausage.
5. Dry sausage
Dibuat dari daging pilihan. Proses pembuatan sosis ini, lebih sulit dibandingkan sosis umumnya, karena melalui proses pengeringan. Kelebihan dari jenis sosis satu ini adalah ia dapat bertahan lama di kulkas, meski tak disimpan di freezer.
Contoh: salami, dan summer sausage.
• VIVAnews
Kamis, 02 Februari 2012
USG Frekuensi Tinggi (3MHz) di Sekitar Testis Selama 15 Menit, Dapat Mengurangi Jumlah Sel Sperma

Kondom dan vasektomi sudah dianggap 'so yesterday'. Para ilmuwan kini bekerja untuk mencari cara baru guna mengontrol kesuburan para pria untuk mengendalikan kehamilan.
Ultrasonografi (USG) biasa digunakan para dokter untuk mengetahui perkembangan janin didalam kandungan. Kini, penelitian terbaru pada hewan menunjukkan alat USG bisa dijadikan alat konstrasepsi baru bagi para pria.
Para peneliti dari Department of Pediatrics di School of Medicine di University of North Caroline menggunakan USG yang diujikan melalui tikus yang dianggap bisa mematikan sperma dan membuat pria menjadi tidak subur.
Tim peneliti yang dipimpin oleh James Tsuruta, melakukan penelitian dan menemukan, dengan menggunakan alat ultrasound berfrekuensi tinggi (3MHz) disekitar testis selama 15 menit, dapat mengurangi sebagian besar jumlah sel sperma yang diproduksi didalam tubuh.
Peneliti menambahkan hasilnya akan lebih efektif bila dilakukan dalam dua hari terpisah dan menggunakan air garam yang hangat.
Pada manusia, peneliti mengkategorikan pria dianggap tidak subur jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter.
Meskipun temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Reproductive Biolgy and Endocrinology ini dianggap ide baik, namun peneliti masih perlu menyelidiki apakah ada efek yang ditimbulkan akibat terapi yang dilakukan secara berulang.
"Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa lama efek kontrasepsi ini berlangsung dan apakah aman untuk digunakan beberapa kali," ungkap ketua penelitian, Dr James Tsuruta dari University of North Carolina, yang dikutip melalui Dailymail, Kamis (2/1).
Rabu, 01 Februari 2012
Asuransi Mandiri Bagi Keluarga Mampu
Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai Maret mendatang menerapkan program Asuransi Mandiri sebagai bentuk pelayanan Jaminan Kesehatan bagi warga mampu. Harapannya agar semua warga memperoleh layanan kesehatan. “Mulai Maret kami buka pendaftaran,” ujar Kepala Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, Elvy Effendi, usai membahas program itu dengan Gubernur DIY di Kepatihan, Rabu 1 Februari 2012.
Dia menjelaskan persyaratan untuk peserta asuransi mandiri adalah warga yang tidak ditanggung jaminan kesehatan apa pun. Pemohon juga tercatat minimal selama dua tahun tidak opname, dan minimal telah tinggal di Provinsi DIY selama enam bulan. “Konsep penanggungan biaya dari program ini adalah 1 warga yang sakit akan ditanggung oleh 140 warga sehat,” katanya.
Warga akan diminta menyisihkan dana premi asuransi Rp 90 ribu tiap orang per tahun. Dana itu akan dikelola Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) di provinsi yang dapat dipakai ketika warga sakit dan dibantu Jamkesos dengan klaim maksimal Rp 15 juta. “Tahun 2012 ini target kami bisa dapat 50 ribu orang,” ujar Elvy.
Menurut dia jumlah target itu dalam tahun pertama pelaksanaan asuransi ini ditetapkan sebagai langkah antisipatif jika nanti banyak warga yang mengajukan klaim, sehingga anggaran membengkak. Untuk menghadapi kurangnya anggaran di tahun awal, pemerintah menyiapkan anggaran dalam pos capital risk sekitar Rp 16 miliar.
Peserta asuransi mandiri ini bisa berobat di 45 rumah sakit se-DIY yang bekerja sama dengan Badan Pelaksanan Jamkesos DIY dengan standar pelayanan kelas 3. “Untuk rawat jalan ataupun rawat inap,” kata Elvy. Tahun lalu warga DIY yang belum dilindungi asuransi kesehatan sekitar 47 persen dari 3,5 juta penduduk yang ada.
Anggota Komisi D DPRD DIY Bidang Kesejahteraan Masyarakat Arif Rahman Hakim menilai program pelayanan kesehatan dengan model penerbitan kartu pelayanan belum berjalan efektif. “Masih banyak keluhan tentang pelayanan jaminan kesehatan di berbagai kabupaten,” katanya.
Misalnya, kartu Jamkesos, rumah sakit yang ditunjuk masih terbatas sehingga warga kesulitan mengakses. Prosedur biaya pengobatan juga jadi lebih rumit. Dulu warga yang tak punya kartu bisa secara by passmembayar dengan mengajukan surat keterangan. “Sekarang sudah tak bisa lagi. Mau ke Jamkesos tidak bisa, ke Jamkesda ternyata belum siap,” ujar Arif.
PRIBADI WICAKSONO
Dia menjelaskan persyaratan untuk peserta asuransi mandiri adalah warga yang tidak ditanggung jaminan kesehatan apa pun. Pemohon juga tercatat minimal selama dua tahun tidak opname, dan minimal telah tinggal di Provinsi DIY selama enam bulan. “Konsep penanggungan biaya dari program ini adalah 1 warga yang sakit akan ditanggung oleh 140 warga sehat,” katanya.
Warga akan diminta menyisihkan dana premi asuransi Rp 90 ribu tiap orang per tahun. Dana itu akan dikelola Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) di provinsi yang dapat dipakai ketika warga sakit dan dibantu Jamkesos dengan klaim maksimal Rp 15 juta. “Tahun 2012 ini target kami bisa dapat 50 ribu orang,” ujar Elvy.
Menurut dia jumlah target itu dalam tahun pertama pelaksanaan asuransi ini ditetapkan sebagai langkah antisipatif jika nanti banyak warga yang mengajukan klaim, sehingga anggaran membengkak. Untuk menghadapi kurangnya anggaran di tahun awal, pemerintah menyiapkan anggaran dalam pos capital risk sekitar Rp 16 miliar.
Peserta asuransi mandiri ini bisa berobat di 45 rumah sakit se-DIY yang bekerja sama dengan Badan Pelaksanan Jamkesos DIY dengan standar pelayanan kelas 3. “Untuk rawat jalan ataupun rawat inap,” kata Elvy. Tahun lalu warga DIY yang belum dilindungi asuransi kesehatan sekitar 47 persen dari 3,5 juta penduduk yang ada.
Anggota Komisi D DPRD DIY Bidang Kesejahteraan Masyarakat Arif Rahman Hakim menilai program pelayanan kesehatan dengan model penerbitan kartu pelayanan belum berjalan efektif. “Masih banyak keluhan tentang pelayanan jaminan kesehatan di berbagai kabupaten,” katanya.
Misalnya, kartu Jamkesos, rumah sakit yang ditunjuk masih terbatas sehingga warga kesulitan mengakses. Prosedur biaya pengobatan juga jadi lebih rumit. Dulu warga yang tak punya kartu bisa secara by passmembayar dengan mengajukan surat keterangan. “Sekarang sudah tak bisa lagi. Mau ke Jamkesos tidak bisa, ke Jamkesda ternyata belum siap,” ujar Arif.
PRIBADI WICAKSONO
Satu Dari Seratus Orang Dewasa Juga Menderita Autisme
Autisme ternyata tidak hanya ditemukan pada anak-anak. Hasil penelitian terbaru menunjukkan ternyata satu dari seratus orang dewasa juga menderita autisme. Studi yang dirilis hari ini di Inggris menemukan autisme dan sindrom Asperger lebih banyak diderita pria dibandingkan dengan perempuan.
Laporan NHS Information Centre menemukan bahwa sepertiga orang dewasa dengan kesulitan belajar ternyata autistik. Satu dari 50 pria yang diteliti ternyata menderita autisme, sementara pada perempuan satu kasus autistik ditemukan di antara 300 orang.
Selama ini, autisme lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Tetapi sangat sedikit diketahui prevelensinya di antara orang dewasa.
Para peneliti dari sudah menanyai lebih dari 7.400 pria dan perempuan dewasa di Inggris. Setelah itu, dilakukan survei lanjutan yang lebih mendalam terhadap 300 orang dengan kesulitan belajar. Hasilnya, 1,1 persen dari semua orang dewasa menunjukkan tanda-tanda autisme. Prevelensi tersebut menyamai autisme pada anak-anak.
Mark Lever, kepala The National Autistic Society mengatakan, “Sudah lama ada kecenderungan melihat autisme semata-mata ditemukan pada anak-anak. Tetapi, ini adalah studi pertama yang menemukan prevalensi autisme pada orang dewasa yang ternyata setara dengan kasus anak-anak.”
Autisme dan asperger, kata dia, mengakibatkan berbagai masalah perilaku yang berbeda-beda pada setiap individu. Sampai sekitar 20 tahun lalu, sindrom ini relatif jarang ditemukan. Tapi pada awal 1990-an, ada gelombang besar kasus autisme yang ditemukan pada anak-anak. Vaksin MMR (Measles, Mumps and Rubella) dituding sebagai salah satu penyebab—meskipun kini banyak dibantah.
DAILY MAIL | NININ DAMAYANTI
Laporan NHS Information Centre menemukan bahwa sepertiga orang dewasa dengan kesulitan belajar ternyata autistik. Satu dari 50 pria yang diteliti ternyata menderita autisme, sementara pada perempuan satu kasus autistik ditemukan di antara 300 orang.
Selama ini, autisme lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Tetapi sangat sedikit diketahui prevelensinya di antara orang dewasa.
Para peneliti dari sudah menanyai lebih dari 7.400 pria dan perempuan dewasa di Inggris. Setelah itu, dilakukan survei lanjutan yang lebih mendalam terhadap 300 orang dengan kesulitan belajar. Hasilnya, 1,1 persen dari semua orang dewasa menunjukkan tanda-tanda autisme. Prevelensi tersebut menyamai autisme pada anak-anak.
Mark Lever, kepala The National Autistic Society mengatakan, “Sudah lama ada kecenderungan melihat autisme semata-mata ditemukan pada anak-anak. Tetapi, ini adalah studi pertama yang menemukan prevalensi autisme pada orang dewasa yang ternyata setara dengan kasus anak-anak.”
Autisme dan asperger, kata dia, mengakibatkan berbagai masalah perilaku yang berbeda-beda pada setiap individu. Sampai sekitar 20 tahun lalu, sindrom ini relatif jarang ditemukan. Tapi pada awal 1990-an, ada gelombang besar kasus autisme yang ditemukan pada anak-anak. Vaksin MMR (Measles, Mumps and Rubella) dituding sebagai salah satu penyebab—meskipun kini banyak dibantah.
DAILY MAIL | NININ DAMAYANTI
Vitamin D Yang Didapat Dari Sinar Matahari Memperbesar Kesempatan Memiliki Anak Bagi Pasutri
Review berbagai studi terbaru tentang kesehatan reproduksi menemukan vitamin D yang didapat dari sinar matahari memperbesar kesempatan memiliki anak bagi pasutri. Hasil penelitian dari Medical University dari Graz Austria menemukan sinar matahari menjadi kunci menyeimbangkan hormon seksual di perempuan dan meningkatkan jumlah sperma bagi pria.
Hasil studi yang dimuat di Europian Journal of Endocrinology seperti dikutip Daily Mail, Senin 30 Januari 2012, mengungkapkan bahwa Vitamin D bagi perempuan meningkatkan level hormone progesterone dan estrogen sebanyak 13 persen. Vitamin D juga mengatur siklus menstruasi dan juga membuat kemungkinan terjadinya pembuahan semakin besar.
Sedangkan untuk pria, Vitamin D menjadi penting bagi perkembangan inti sperma selain juga meningkatkan kualitas hormone testoteron. Dari studi juga ditemukan vitamin D dari sinar matahari meningkatkan libido mereka.
Hasil studi dari 2300 responden oleh Medical University of Graz in Austria menemukan bahwa level testoteron dan Vitamin D mencapai angka terendahnya setelah musim dingin dan mencapai puncak terbaiknya di bulan Agustus atau musim panas. “Perempuan diketahui berovulasi lebih sedikit di musim dingin,”tulis hasil studi tersebut seperti dilansir dari Dailymail, Senin 30 Januari 2012.
Untuk kasus di Inggris, misalnya, masalah fertilitas dialami satu dari tujuh pasangan. Sedangkan 4 dari 10 kasus, kesulitan mendapatkan buah hati berasal dari pria.
Studi itu juga mengungkapkan, saat mendapatkan vitamin D tubuh memerlukan proses kimia yang didapat saat radiasi UVB dari sinar matahari diserap kulit. Adapun Vitamin D tetap dapat diperoleh dalam jumlah kecil dari ikan, telur, dan liver.
Meskipun begitu, Dokter Elisabeth Lerchbaum mengatakan pasangan harus memabatasi waktu berjemur mendapatkan sinar matahari. Pasalnya, waktu yang terlalu lama di bawah sinar matahari juga dapat mengakibatkan kanker kulit.
Karena itulah, peneliti lainnya Oliver Gillie Direktur Forum Penelitian Kesehatan menyarankan agar pasangan mencoba untuk berlibur di tempat yang memiliki banyak siraman sinar matahari.” "Saya akan mengatakan kepada pasangan yang berharap untuk hamil untuk mengatur liburan ke tempat yang penuh sinar matahari, atau masuk ke taman di musim panas sesering mereka bisa sebelum Anda pergi menjalani perawatan IVF yang mahal."pungkasnya.
DAILYMAIL | RIRIN AGUSTIA
Hasil studi yang dimuat di Europian Journal of Endocrinology seperti dikutip Daily Mail, Senin 30 Januari 2012, mengungkapkan bahwa Vitamin D bagi perempuan meningkatkan level hormone progesterone dan estrogen sebanyak 13 persen. Vitamin D juga mengatur siklus menstruasi dan juga membuat kemungkinan terjadinya pembuahan semakin besar.
Sedangkan untuk pria, Vitamin D menjadi penting bagi perkembangan inti sperma selain juga meningkatkan kualitas hormone testoteron. Dari studi juga ditemukan vitamin D dari sinar matahari meningkatkan libido mereka.
Hasil studi dari 2300 responden oleh Medical University of Graz in Austria menemukan bahwa level testoteron dan Vitamin D mencapai angka terendahnya setelah musim dingin dan mencapai puncak terbaiknya di bulan Agustus atau musim panas. “Perempuan diketahui berovulasi lebih sedikit di musim dingin,”tulis hasil studi tersebut seperti dilansir dari Dailymail, Senin 30 Januari 2012.
Untuk kasus di Inggris, misalnya, masalah fertilitas dialami satu dari tujuh pasangan. Sedangkan 4 dari 10 kasus, kesulitan mendapatkan buah hati berasal dari pria.
Studi itu juga mengungkapkan, saat mendapatkan vitamin D tubuh memerlukan proses kimia yang didapat saat radiasi UVB dari sinar matahari diserap kulit. Adapun Vitamin D tetap dapat diperoleh dalam jumlah kecil dari ikan, telur, dan liver.
Meskipun begitu, Dokter Elisabeth Lerchbaum mengatakan pasangan harus memabatasi waktu berjemur mendapatkan sinar matahari. Pasalnya, waktu yang terlalu lama di bawah sinar matahari juga dapat mengakibatkan kanker kulit.
Karena itulah, peneliti lainnya Oliver Gillie Direktur Forum Penelitian Kesehatan menyarankan agar pasangan mencoba untuk berlibur di tempat yang memiliki banyak siraman sinar matahari.” "Saya akan mengatakan kepada pasangan yang berharap untuk hamil untuk mengatur liburan ke tempat yang penuh sinar matahari, atau masuk ke taman di musim panas sesering mereka bisa sebelum Anda pergi menjalani perawatan IVF yang mahal."pungkasnya.
DAILYMAIL | RIRIN AGUSTIA
Label:
anak,
Austria,
estrogen,
Graz,
hormon seksual,
libido,
matahari,
Medical University,
menstruasi,
musim dingin,
musim panas,
pasutri,
progesterone,
sinar,
sperma,
testosteron,
vitamin D
Banyak Pasangan yang Aktivitas Seksualnya Terganggu Karena Pornografi
Sebuah kajian perilaku daring (online) menunjukkan ada hubungan antara frekuensi melihat hal-hal pornografi dengan aktivitas seksual seseorang.
Kevin B Skinner, psikolog sekaligus penulis buku Treating Pornography Addictionmenemukan bahwa di antara 344 responden (pria dan wanita), sekitar 43 persen di antaranya menggunakan pornografi untuk menghangatkan hubungan mereka. Namun, tingkatnya berbeda-beda. Ada yang sering, ada yang jarang.
Ia kemudian membagi respondennya menjadi kelompok yang tidak terpengaruh pornografi dan yang terpengaruh pornografi, terutama terkait kualitas hubungan seksual mereka dengan pasangan. Hasilnya mengejutkan. Pasangan yang semula tidak menggunakan pornografi dalam hubungan mereka menunjukkan tidak ada peningkatan aktivitas seksual. Bahkan, justru beberapa di antaranya malah aktivitas seksualnya menurun.
Misalnya, dari sekitar 45 persen pasangan yang biasa menjalani aktivitas seksual dua hingga tiga kali sepekan, ketika salah satu pasangannya mulai kecanduan pornografi, maka tinggal 37 persen pasangan yang masih menjalani aktivitas seksual dua hingga tiga kali sepekan. Bahkan, ada pasangan yang berhenti berhubungan intim akibat pornografi. Jumlahnya meningkat dari dua persen menjadi lima persen.
Riset ini menunjukkan banyak pasangan yang aktivitas seksualnya terganggu karena pornografi. Psikolog, terapis keluarga, atau siapa pun yang berinteraksi dengan pasangan yang sudah terkontaminasi pornografi diminta memahami kesulitan dan kepedihan yang diciptakan oleh konten-konten atau materi ini. Sayangnya, banyak pasangan yang justru tidak sadar kehidupan seksualnya memburuk gara-gara pornografi.
PSYCHOLOGYTODAY|DIANING SARI
Kevin B Skinner, psikolog sekaligus penulis buku Treating Pornography Addictionmenemukan bahwa di antara 344 responden (pria dan wanita), sekitar 43 persen di antaranya menggunakan pornografi untuk menghangatkan hubungan mereka. Namun, tingkatnya berbeda-beda. Ada yang sering, ada yang jarang.
Ia kemudian membagi respondennya menjadi kelompok yang tidak terpengaruh pornografi dan yang terpengaruh pornografi, terutama terkait kualitas hubungan seksual mereka dengan pasangan. Hasilnya mengejutkan. Pasangan yang semula tidak menggunakan pornografi dalam hubungan mereka menunjukkan tidak ada peningkatan aktivitas seksual. Bahkan, justru beberapa di antaranya malah aktivitas seksualnya menurun.
Misalnya, dari sekitar 45 persen pasangan yang biasa menjalani aktivitas seksual dua hingga tiga kali sepekan, ketika salah satu pasangannya mulai kecanduan pornografi, maka tinggal 37 persen pasangan yang masih menjalani aktivitas seksual dua hingga tiga kali sepekan. Bahkan, ada pasangan yang berhenti berhubungan intim akibat pornografi. Jumlahnya meningkat dari dua persen menjadi lima persen.
Riset ini menunjukkan banyak pasangan yang aktivitas seksualnya terganggu karena pornografi. Psikolog, terapis keluarga, atau siapa pun yang berinteraksi dengan pasangan yang sudah terkontaminasi pornografi diminta memahami kesulitan dan kepedihan yang diciptakan oleh konten-konten atau materi ini. Sayangnya, banyak pasangan yang justru tidak sadar kehidupan seksualnya memburuk gara-gara pornografi.
PSYCHOLOGYTODAY|DIANING SARI
Langganan:
Postingan (Atom)





