Senin, 03 Juni 2013

Kurang Konsumsi Susu

Dalam penelitian terbaru, dokter telah meneliti lebih dari 82.000 wanita setelah masa menopause selama 8 tahun dan menemukan bahwa wanita yang mendapatkan asupan susu tertinggi mengurangi 50% risiko mereka terhadap penyakit diabetes, dibandingkan dengan wanita yang kurang menerima asupan susu.

Jadi jika Anda mengurangi konsumsi susu, berarti Anda telah memilih untuk “pergi” lebih cepat.

3. Mengabaikan Kacang

Melupakan Kebersihan Gigi

Ternyata kesehatan gigi dan jantung saling berhubungan. Bahkan penelitian menunjukan bahwa buruknya kesehatan gigi dan radang gusi dapat menyebabkan penyakit jantung.

Peradangan kronis yang terjadi pada lapisan gusi bisa memengaruhi tubuh Anda, dan menyebarkan bakteri-bakteri kecil ke dalam aliran darah Anda. Orang-orang yang menjaga kesehatan giginya, tidak hanya memiliki gigi yang sehat, tetapi juga menurunkan risiko terhadap penyakit jantung.

2. Kurang Konsumsi Susu

12 Kesalahan Gaya Hidup Pengundang Penyakit Mematikan

Terkadang kita tidak menyadari telah melakukan beberapa kesalahan kecil gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya memengaruhi kesehatan sehingga akhirnya mengundang penyakit mematikan.

Dengan alasan terlalu sibuk bekerja atau beraktivitas, kita lupa akan kesehatan diri sendiri.

Parahnya, beberapa kesalahan kecil gaya hidup ini hampir dilakukan oleh semua orang. Berikut adalah 12 kesalahan kecil gaya hidup seperti yang dilansir The Times of India baru-baru ini :

1. Melupakan kebersihan gigi

Minggu, 02 Juni 2013

LARANG IKLAN, PROMOSI, DAN SPONSOR ROKOK!

Promosi rokok demikian gencar. Bukan hanya promosi saja, iklan dan sponsor dari produsen rokok juga gencar dilakukan guna memperluas jaringan pemasarannya.

Dikatakan oleh Dr. Seto Mulyadi, Psi., M.Psi., industri rokok memasarkan produknya secara agresif kepada anak dan remaja dengan menciptakan lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu hal yang biasa. Materi iklan malah menunjukkan dengan jelas, segmentasi pasar yang dituju. Caranya, dengan mengasosiasikan merokok sebagai hal yang trendi, macho, berani, dan kebersamaan.

Di lain pihak, pemberian sponsor dilakukan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan anak dan remaja. Untuk sponsor pendidikan, olah raga, kegiatan remaja, konser musik, dan lain sebagainya.

Kesemua cara tersebut, dilakukan untuk menarik dan mempertahankan konsumen rokok. Namun, di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara untuk melarang segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok guna membantu menurunkan jumlah pengguna rokok.

Dalam situs WHO disebutkan kalau larangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan satu cara paling efektif untuk mengurangi konsumsi rokok. Di negara yang telah memulai larangan tersebut, menunjukkan penurunan konsumsi rokok rata-rata sebesar 7 persen.

Larangan tersebut diberlakukan mengingat penelitian menunjukkan sekitar sepertiga dari pengalaman remaja dengan rokok diakibatkan paparan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok. "Peringkat pemakaian rokok ini tepat di bagian paling atas dari daftar ancaman kesehatan universal yang secara keseluruhan dapat dicegah," ujar Direktur Umum WHO Dr. Margaret Chan, dalam rilisnya.

Karenanya, lanjut Dr. Douglas Bettcher, Direktur WHO untuk Bagian Pencegahan Penyakit Tidak Menular, melarang iklan, promosi, dan sponsor rokok menjadi langkah terbaik untuk melindungi orang-orang muda untuk mulai merokok serta menurunkan konsumsi rokok di seluruh populasi.

Meski demikian, Dr. Douglas mewanti-wanti bahwa meski larangan dilakukan, industri rokok secara konstan akan menemukan taktik baru untuk menyasar perokok potensial. Sejumlah cara yang ditempuh, di antaranya, adalah dengan memberikan hadiah dan menjual produk mereka seperti pakaian, dengan sasaran utama orang muda, melakukan pemasaran sembunyi-sembunyi di tempat pencetus tren seperti kafe dan klub malam, melakukan tanggung jawab sosial perusahaan seperti memberikan donasi melalui kegiatan amal, dan yang lainnya.

"Itu sebabnya, alasan pelarangan harus menyeluruh agar benar-benar efektif," ujar Dr. Douglas.

Laporan WHO terhadap epidemik rokok global tahun 2011 menunjukkan hanya 19 negara (yang menggambarkan hanya 6 persen dari populasi dunia) telah mendapat level pencapaian tertinggi dalam pelaranan iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Lebih dari sepertiga dari negara-negara memiliki pembatasan minimal atau tidak sama sekali. Negara-negara yang membuat perkembangan kuat dalam pelarangan bentuk iklan termasuk Albania, Brasil, Kolombia, Ghana, Iran, Mauritius, Panama, dan Vietnam.

Survei terbaru terhadap penggunaan rokok di Turki menunjukkan larangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor, digabung dengan ukuran kontrol rokok lainnya, berkontribusi dalam memangkas penggunaan rokok hingga lebih dari 13 persen, atau sekitar 1,2 juta lebih sedikit pengguna rokok, sejak tahun 2008.

Fakta menunjukkan, rokok membunuh hingga setengah dari penggunanya. Di tahun 2030, WHO memperkirakan bahwa rokok akan membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun, dengan empat dari lima kematian terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah.

Rokok juga merupakan faktor risiko utama dari penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta saluran napas kronis.

Selasa, 28 Mei 2013

Hati-hati, 8 Hal Ini Bisa Bikin Cepat Pikun

Jakarta - Berkurangnya kemampuan otak dalam menyimpan memori tidak hanya disebabkan karena usia yang makin tua saja, hal-hal yang Anda anggap sepele seperti mendengkur dapat mencuri ingatan Anda secara perlahan-lahan.

Seperti dilansir Readersdigest, Senin (22/10/2012) berhati-hatilah terhadap 8 hal yang dapat meningkatkan risiko penurunan daya ingat otak agar tidak cepat pikun, berikut ini:



1. Tingginya kadar gula darah
Darah bertugas menyuplai nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak, sehingga mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Tetapi jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, hal ini dapat mengganggu kinerja otak dan menurunkan kemampuan otak dalam menyimpan memori.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes, lakukan uji kadar gula darah secara teratur dan perbaiki pola diet Anda dengan mengurangi makan makanan manis serta rajin berolahraga.

2. Kurangnya jam tidur
Otak membutuhkan istirahat agar dapat mengoptimalkan kemampuannya menyimpan memori. Dalam suatu penelitian diketahui bahwa orang yang jam tidurnya kurang dari 6 jam per hari, memiliki nilai yang rendah pada tes memori jangka pendek.

Perbaiki hal ini dengan menjadikan tidur sebagai prioritas dan memastikan memiliki jam tidur sebanyak 7-8 jam per harinya. Tidur yang cukup dapat memicu proses penyimpanan memori dalam otak.

3. Mendengkur
Tidur mendengkur telah dikaitkan dengan penurunan daya ingat otak karena mendengkur dapat menghambat suplai oksigen ke sel-sel otak selama beberapa detik pada suatu waktu. Menurut penelitian, pria paling sering mendengkur daripada wanita, selain itu kelebihan berat badan atau usia yang lebih dari 40 tahun juga merupakan faktor risiko mendengkur.

Jika Anda terus-menerus mendengkur dan merasa kelelahan setiap kali bangun tidur, konsultasikan ke dokter apakah hal tersebut merupakan gejala apnea. Anda mungkin perlu memakai perangkat medis ketika tidur agar udara dapat mengalir secara konstan ke lubang hidung melalui selang kecil, untuk mencegah gangguan berbahaya karena kurangnya oksigen.

4. Mudah lelah
Orang yang mudah sekali merasa kelelahan mungkin memiliki masalah pada kelenjar tiroidnya. Hormon tiroid berfungsi mengontrol metabolisme, tapi jika kadarnya terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu fungsi normal sel-sel otak dalam menyimpan memori.

Tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan otak melewatkan memori yang seharusnya disimpan, sementara tiroid yang lamban dapat menyebabkan otak membutuhkan waktu yang lebih lama dalam merespon pesan yang masuk ke otak.

Jika Anda mudah sekali merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas yang berat, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah hal tersebut disebabkan oleh gangguan pada kelenjar tiroid.

5. Usia lebih dari 65 tahun (Lansia)
Semakin tua usia seseorang, tubuhnya akan semakin sulit menyerap vitamin B12 dari makanan, padahal kurangnya asupan vitamin ini dapat meningkatkan risiko penyakit otak yang serius, seperti Alzheimer. Sebanyak 20 persen dari orang dengan usia lebih dari 65 tahun memiliki kadar B12 yang rendah.

Ketika Anda memasuki usia paruh baya, periksakan tingkat B12 Anda ke dokter dan mungkin dokter dapat menyarankan untuk mengambil suplemen B12.

6. Depresi
Orang dengan depresi berat dapat kehilangan sel-sel otak. Semakin lama depresi berlangsung, akan lebih banyak sel-sel otak yang hilang di daerah-daerah penting untuk menyimpan memori. Segera atasi stres sesegera mungkin sebelum berkembang menjadi depresi dan merusak otak.

7. Penggunaan obat alergi atau obat tidur
Kebanyakan obat resep untuk insomnia, inkontinensia, alergi, dan kram perut dapat mengganggu zat kimia dalam otak yang penting dalam menyimpan
memori. Jika Anda telah berusia paruh baya, hindari konsumsi obat-obatan, yang disebut antikolinergik karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan mental dan membuat Anda menjadi pelupa.

8. Mengonsumsi berbagai macam obat
Orang yang terlalu banyak mengonsumsi berbagai macam obat dalam satu waktu atau yang disebut polifarmasi dapat berisiko mengganggu kinerja otak dalam mengolah memori. Jangan mengambil lain yang tidak disarankan oleh dokter dan pastikan dokter tahu semua obat yang Anda minum.

Dapatkan Otak Lebih Tajam dengan Meditasi 10 Menit Tiap Hari


Jakarta - Jika Anda sering kehilangan konsentrasi, mudah lupa, atau membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil keputusan, Anda mungkin perlu melakukan meditasi. Duduk dengan tenang dan merasakan napas sendiri diketahui dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

Meditasi yang dilakukan secara teratur diketahui dapat meningkatkan densitas otak, meningkatkan hubungan antar neuron, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, mempertajam daya pikir otak dan meningkatkan hormon endorfin yang membangkitkan mood positif, seperti dilansir rodale, Sabtu (5/1/2013).
animasi  bergerak gif

Penelitian yang juga menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan fungsi fisik dengan menurunkan risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Studi ini menunjukkan bahwa meditasi secara teratur efektif dalam mendukung kesehatan mental, emosional, dan fisik.

Baru-baru ini, ahli saraf dari UCLA telah menunjukkan manfaat menarik dari meditasi yang dilakukan secara teratur yaitu meningkatkan kemampuan otak untuk memproses informasi dengan cepat. Meditasi dapat meningkatkan fungsi otak hingga ke lapisan korteks yang bertanggungjawab dalam mengendalikan memori, kesadaran, pola pikir, pengambilan keputusan, dan perhatian.

Peneliti membandingkan orang-orang yang rajin bermeditasi dengan orang yang tidak pernah meditasi sama sekali. Hasilnya, peneliti melihat peningkatan yang signifikan terhadap pelipatan kortikal di wilayah yang luas dari otak, dan bukan hanya di korteks, yang bertanggung jawab untuk kesehatan emosional dan mental.

Meditasi akan sangat efektif bila dilakukan secara teratur. Meditasi setiap 10 menit sehari dapat memberikan manfaat yang signifikan dan perubahannya dapat Anda rasakan dalam jangka waktu yang cukup singkat.

Yang perlu Anda lakukan adalah duduk di tempat yang tenang dan dalam posisi yang nyaman. Kemudian tarik napas perlahan-lahan dan tahan hingga beberapa detik kemudian lepaskan. Inti dari gerakan meditasi adalah merasakan napas Anda sendiri.

Lakukan hal ini dengan teratur untuk mendapatkan manfaat yang besar bagi kesehatan otak Anda.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...