Tampilkan postingan dengan label air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kompres Air Dingin Atasi Insomnia

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami insomnia? Mungkin Anda akan berusaha membuat diri mengantuk dengan menonton acara yang norak di televisi, membaca buku yang membosankan, hingga minum obat tidur. Tetapi ada cara lain untuk mengatasi sulit tidur ini, kompres kepala Anda dengan air dingin.

Para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine melakukan suatu eksperimen untuk mengatasi pasien yang menderita insomnia. Sebanyak 12 pengidap insomnia primer (yang mengalami kesulitan tidur akibat stres) dan 12 pasien dengan kesehatan yang terkontrol, diberi tudung plastik yang berisi air dingin di kulit kepala dan dahi. Sebab, pengidap insomnia diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi daripada mereka yang tak punya gangguan tidur. Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex, bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat. Selanjtunya *

Minggu, 24 Februari 2013

YLKI: Banyak Depot Air Minum Isi Ulang Tak Layak

Hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menunjukkan banyaknya depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi standar kelayakan sarana. Hal ini dapat berdampak pada kualitas air yang dijual.

YLKI melakukan penelitian dengan mengambil sampel 20 depot air minum isi ulang di 5 wilayah Jakarta. Hasilnya sejumlah depot kedapatan tidak memenuhi standar pengisian air ulang.

"Masih sangat banyak depot di Jakarta yang tidak steril atau memenuhi kelayakan sarana," ujar peneliti YLKI, Ida Marlinda Loenggana dalam jumpa pers di kantornya,Jalan Pancoran Barat VII nomor 1, Jaksel, Jumat (15/2/2013).

Banyak depot yang mencuci galon hanya dengan membilas, tidak disikat. Termasuk tidak menyalakan lampu ultraviolet untuk sterilisasi. "Lampu UV diragukan keasilannya, alat penyikat galon sudah tidak layak," sambung Ida.

Menurut Ida, sarana tidak layak depot dapat berpengaruh terhadap kualitas air minum yang dijual. "Kalau depotnya tidak bersih dan pembersihan galonnya tidak benar, bakteri e-coli tetap ada dan efeknya diare," katanya.

Ida menyebut ada 13 depot yang menyediakan galon yang sudah diisi untuk langsung ditukar dengan galon kosong pembeli. "Padahal depot hanya boleh menjual dengan mengisi langsung di depan konsumen," ujarnya.

Dari 20 depot yang disurvei, hanya 3 depot yang memenuhi standar pencucian galon dengan benar. "Ada galon yang dicuci dengan tumpahan air di lantai," sebut Ida.

Sumber: *

Senin, 05 Maret 2012

Luka Bakar Ringan Tidak Tepat Diobati Dengan Odol


Kebiasaan orangtua saat buah hati mengalami luka bakar ringan dengan memberi pasta atau odol di bagian luka yang terkena panas, ternyata kurang tepat.

“Kalau terbakar level ringan sering menggunakan pasta atau odol. Sebenarnya tindakan itu kurang tepat. Yang benar siram luka dengan air keran supaya mendinginkan proses luka panas. Panas diremove sehingga proses panas enggak berjalan,” ungkap dr Johnny Nurman Sp.A., seorang Pediatrician Brawijaya Hospital & Brawijaya Clinic di Jakarta, Jumat (2/3/2012).

Johnny menyarankan setiap luka bakar ringan jangan ditempeli apapun karena bisa membuat lengket.

Untuk luka bakar tingkat kedua menyebabkan kulit melepuh ataupun bengkak berisi air. Biasanya orang tidak sabar untuk memecahnya. Tapi sebenarnya tindakan itu salah.

“Biasanya dalam 21 hari akan pecah dengan sendirinya. Kalau melepuh jangan dipecahkan, biar pecah sendiri,” ungkapnya.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...