Menyambut malam tahun baru kemarin tentunya banyak orang yang kurang tidur. Tetapi bagi kesehatan efek kurang tidur merupakan efek yang merugikan bagi tubuh. Menurut para peneliti melaporkan bahwa kurang tidur memiliki efek seperti kepala terbentur.
Dilansir dari Dailymail, Peneliti mengungkapkan bahwa kerusakan yang disebabkan kurang tidur pada otak sama dengan kerusakan ketika kepala terbentur atau terkena pukulan. Peneliti mengungkapkan bahwa kurang tidur bisa menyebabkan perubahan pada otak yang hampir sama dengan seseorang terkenal pukulan di kepala.
Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan pemeriksaan pada pria muda yang sehat. Mereka menunjukkan adanya pelonjakan zat kimia yang menandakan adanya kerusakan pada otak setelah mereka tidak tidur semalaman.
Tampilkan postingan dengan label kurang tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurang tidur. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Januari 2014
Wah, Kurang Tidur Efeknya Sama Dengan Kepala Terbentur
Label:
Alzheimer,
Christian Benedict,
efek,
IQ,
jantung,
Kepala Terbentur,
kurang tidur,
merugikan,
NSE,
Parkinson,
pria muda sehat,
pukulan,
S100B,
sakit sendi,
Sclerosis,
Swedia,
Uppsala University,
Wah
Rabu, 14 Maret 2012
Begadang dan Kegemukan
Banyak orang beranggapan kalau kurang tidur akan membuat seseorang cenderung kurus. Tapi faktanya, begadang bisa membuat berat badan terus naik.
Terutama, bagi Anda yang termasuk dalam kategori short sleeper, yaitu mereka yang tidur 5,5 jam atau kurang, setiap harinya. Ingin tahu mengapa begadang bisa membuat bobot tubuh naik? Berikut tiga alasannya, seperti dilansir dariPrevention.com.
1. Kalori yang terbakar lebih sedikit
Saat kurang tidur, menurut penelitian yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition, kalori yang terbakar setelah makan akan lebih sedikit. Tubuh juga akan terasa lemas karena energi berkurang sebesar 5 persen.
2. Makan lebih banyak
Wanita yang tidur hanya empat jam, akan mengonsumsi makanan dengan kalori tambahan sebesar 329 keesokan harinya. Ini merupakan hasil penelitian American Heart Associationpada 2011. Terjaga pada malam hari akan membuat kita cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.
3. Hasrat makan tinggi
Kurang tidur juga memengaruhi kadar hormon ghrelin, yang berfungsi memberitahu Anda untuk makan. Level ghrelin akan tinggi saat Anda kurang tidur dan membuat hasrat makan semakin tinggi. Termasuk, membuat produksi lemak meningkat dan bobot tubuh bertambah. • VIVAnews
Terutama, bagi Anda yang termasuk dalam kategori short sleeper, yaitu mereka yang tidur 5,5 jam atau kurang, setiap harinya. Ingin tahu mengapa begadang bisa membuat bobot tubuh naik? Berikut tiga alasannya, seperti dilansir dariPrevention.com.
1. Kalori yang terbakar lebih sedikit
Saat kurang tidur, menurut penelitian yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition, kalori yang terbakar setelah makan akan lebih sedikit. Tubuh juga akan terasa lemas karena energi berkurang sebesar 5 persen.
2. Makan lebih banyak
Wanita yang tidur hanya empat jam, akan mengonsumsi makanan dengan kalori tambahan sebesar 329 keesokan harinya. Ini merupakan hasil penelitian American Heart Associationpada 2011. Terjaga pada malam hari akan membuat kita cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.
3. Hasrat makan tinggi
Kurang tidur juga memengaruhi kadar hormon ghrelin, yang berfungsi memberitahu Anda untuk makan. Level ghrelin akan tinggi saat Anda kurang tidur dan membuat hasrat makan semakin tinggi. Termasuk, membuat produksi lemak meningkat dan bobot tubuh bertambah. • VIVAnews
Label:
American Heart Association,
American Journal of Clinical Nutrition,
asam lemak,
begadang,
berat badan,
gemuk,
ghrelin,
kalori,
kurang tidur,
kurus,
Prevention.com,
short sleeper
Langganan:
Postingan (Atom)
