Hampir setiap orang pasti pernah merasakan nyeri di tubuhnya. Bisa jadi karena ia stres atau diam-diam mengidap penyakit tertentu. Namun kebanyakan orang langsung mengganjar rasa sakit itu dengan obat-obatan yang belum tentu efektif.
Untuk itu setidaknya Anda harus tahu 10 cara alami dan jarang digunakan orang untuk meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental yang dialaminya, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Kamis (2/1/2014) berikut ini.
1. Tertawa
Ini tentu bukanlah obat yang sebenarnya, namun manfaatnya terhadap kesehatan tak dapat diremehkan. Selain meredakan stres, membakar kalori dan memanjangkan umur, tertawa juga bisa jadi obat pereda nyeri alami. Tampaknya ini karena tertawa memicu munculnya endorfin, zat kimiawi yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Januari 2014
Nyeri Bisa Diredakan dengan Cara Alami, Simak Ini
Label:
alami,
bercinta,
bergerak,
Bisa,
cara,
Diredakan,
jatuh cinta,
mengumpat,
musik,
nyeri,
pilih makanan,
Simak,
stres,
tertawa.berhenti merokok,
tidur
Jumat, 06 September 2013
Mendengarkan Musik Kesukaan Bantu Fungsi Jantung
JAKARTA— Mendengarkan musik selama 30 menit dapat membantu fungsi jantung.
Para ilmuwan mengemukakan itu saat di kongres European Society of Cardiology di Amsterdam, Belanda. Ketika mendengarkan lagu kesukaan selama 30 menit, fungsi jantung naik sebesar 19 persen. Meski mekanisme belum diketahui secara jelas, para peneliti yakin peningkatan itu berasal dari perubahan hormon.
Musik berpengaruh pada emosi. Paparan itu kerap menimbulkan reaksi kimia tertentu di otak. Reaksi itulah yang diperkirakan menimbulkan peningkatan fungsi kardiovaskular.
"Ketika kita mendengarkan musik yang kita suka, otak melepaskan endorphin dan itu memperbaiki kesehatan vaskular kita," kata ketua tim peneliti Delijanin Ilic, seperti yang dikutip dari Medical Daily.
Ilic dan rekan-rekannya mencatat penyakit jantung pasien. Mereka diminta untuk berolahraga, mendengarkan musik, atau keduanya selama tiga minggu. Di akhir penelitian, ditemukan grup kombinasi mengalami kenaikan dalam hal berolahraga dan kesehatan jantung sebesar 39 persen.
Kenaikan itu lebih banyak dari grup yang hanya berolah raga, 10 persen. Sementara itu, grup yang hanya mendengarkan musik fungsi kardiovaskularnya naik 19 persen.
"Kombinasi musik dan olaharaga paling tinggi kenaikan fungsi kardiovaskularnya. Kenaikan fungsi kardiovaskular juga berkaitan dengan kenaikan kemampuan berolahraga," kata Ilic.
"Mendengarkan lagu kesukaan dan berolahraga rutin memperbaiki fungsi jantung dan mungkin merupakan metode untuk pasien CAD (Coronary Artery Disease)," tambahnya.
Dia juga menambakan kenaikan fungsi itu juga dipengaruhi oleh jenis kelamin dan jenis musik. Komposisi harmonis seperti opera dan musik klasik lebih berpengaruh daripada heavy metal. Dengan kata lain, otak menjadi penentu utama dan hormon yang dilepaskan pun bersifat subyektif.
"Tidak ada musik yang ideal untuk semua orang. Pasien harus memilih musik yang meningkatkan emosi positif dan membuat mereka senang atau santai,” kata Ilic. Sumber *
Para ilmuwan mengemukakan itu saat di kongres European Society of Cardiology di Amsterdam, Belanda. Ketika mendengarkan lagu kesukaan selama 30 menit, fungsi jantung naik sebesar 19 persen. Meski mekanisme belum diketahui secara jelas, para peneliti yakin peningkatan itu berasal dari perubahan hormon.
Musik berpengaruh pada emosi. Paparan itu kerap menimbulkan reaksi kimia tertentu di otak. Reaksi itulah yang diperkirakan menimbulkan peningkatan fungsi kardiovaskular.
"Ketika kita mendengarkan musik yang kita suka, otak melepaskan endorphin dan itu memperbaiki kesehatan vaskular kita," kata ketua tim peneliti Delijanin Ilic, seperti yang dikutip dari Medical Daily.
Ilic dan rekan-rekannya mencatat penyakit jantung pasien. Mereka diminta untuk berolahraga, mendengarkan musik, atau keduanya selama tiga minggu. Di akhir penelitian, ditemukan grup kombinasi mengalami kenaikan dalam hal berolahraga dan kesehatan jantung sebesar 39 persen.
Kenaikan itu lebih banyak dari grup yang hanya berolah raga, 10 persen. Sementara itu, grup yang hanya mendengarkan musik fungsi kardiovaskularnya naik 19 persen.
"Kombinasi musik dan olaharaga paling tinggi kenaikan fungsi kardiovaskularnya. Kenaikan fungsi kardiovaskular juga berkaitan dengan kenaikan kemampuan berolahraga," kata Ilic.
"Mendengarkan lagu kesukaan dan berolahraga rutin memperbaiki fungsi jantung dan mungkin merupakan metode untuk pasien CAD (Coronary Artery Disease)," tambahnya.
Dia juga menambakan kenaikan fungsi itu juga dipengaruhi oleh jenis kelamin dan jenis musik. Komposisi harmonis seperti opera dan musik klasik lebih berpengaruh daripada heavy metal. Dengan kata lain, otak menjadi penentu utama dan hormon yang dilepaskan pun bersifat subyektif.
"Tidak ada musik yang ideal untuk semua orang. Pasien harus memilih musik yang meningkatkan emosi positif dan membuat mereka senang atau santai,” kata Ilic. Sumber *
Rabu, 27 Maret 2013
Mindful Meditation Dapat Membantu Pasien Dengan Penyakit Inflamasi
Sebuah teknik meditasi yang menekankan fokus pada saat ini dapat bermanfaat bagi pasien dengan penyakit inflamasi kronis dengan mengurangi stres mereka, menurut sebuah studi baru-baru ini.
Awalnya dimaksudkan sebagai suatu teknik pengurangan stres untuk pasien dengan nyeri kronis, meditasi sadar membutuhkan kesadaran bernapas, pikiran atau sensasi tubuh tanpa penghakiman.
Label:
asma,
IL-8,
kortisol,
krim capsaicin,
kronis,
meditasi,
membantu,
mindful,
Ms Melissa Rosenkranz,
musik,
nyeri kronis,
pengurangan stres,
peradangan,
psikologis,
rheumatoid arthritis,
studi,
TNF-a,
Waisman,
yoga
Rabu, 20 Februari 2013
Musik Bisa Merangsang Neuron Otak Anak
Musik tidak hanya menghibur. Ternyata musik dapat merangsang neuron otak anak, tidak hanya bagi kognitifnya, tetapi juga untuk emosionalnya.
Hal tersebut dikemukakan praktisi parenting Shinta,S.Pd.,M.Si.,M.A. yang biasa dikenal dengan sebutan Bunda Cinta saat acara talkshow psikologi anak, dan konser musik siswa-siswa Purwacaraka di Solo Grand Mall, Minggu (20/1/2013).
Menurut Bunda Cinta, sudah bukan saatnya lagi bicara kecerdasan anak yang hanya ditinjau dari satu sisi saja, misalnya nilai matematika di sekolah, atau IQ, atau dari nilai raport di sekolah. Teori psikologi modern memperkenalkan Multiple Intelligences yang di dalamnya memuat musik sebagai salah satu elemen dari kecerdasan, disebut dengan kecerdasan musikal. "Musik dapat merangsang neuron otak anak, tidak hanya bagi kognitifnya, tetapi juga untuk emosionalnya," ujar Bunda Cinta.
Menurut GM Purwacaraka area Jogja-Solo, Novita Pratika Ismayanti, SE, acara talkshow bertujuan untuk mensosialisasikan kepada orangtua pentingnya mengenalkan musik pada anak sejak dini. Bagi siswa-siswa PCMS acara ini sebagai wadah untuk mengekspresikan kemampuan bermusiknya dan melatih kepercayaan diri tampil di depan umum.
Hal tersebut dikemukakan praktisi parenting Shinta,S.Pd.,M.Si.,M.A. yang biasa dikenal dengan sebutan Bunda Cinta saat acara talkshow psikologi anak, dan konser musik siswa-siswa Purwacaraka di Solo Grand Mall, Minggu (20/1/2013).
Menurut Bunda Cinta, sudah bukan saatnya lagi bicara kecerdasan anak yang hanya ditinjau dari satu sisi saja, misalnya nilai matematika di sekolah, atau IQ, atau dari nilai raport di sekolah. Teori psikologi modern memperkenalkan Multiple Intelligences yang di dalamnya memuat musik sebagai salah satu elemen dari kecerdasan, disebut dengan kecerdasan musikal. "Musik dapat merangsang neuron otak anak, tidak hanya bagi kognitifnya, tetapi juga untuk emosionalnya," ujar Bunda Cinta.
Menurut GM Purwacaraka area Jogja-Solo, Novita Pratika Ismayanti, SE, acara talkshow bertujuan untuk mensosialisasikan kepada orangtua pentingnya mengenalkan musik pada anak sejak dini. Bagi siswa-siswa PCMS acara ini sebagai wadah untuk mengekspresikan kemampuan bermusiknya dan melatih kepercayaan diri tampil di depan umum.
Label:
anak,
Bunda Cinta,
emosional,
kognitif,
matematika,
menghibur,
merangsang,
multiple intelligences,
musik,
neuron,
Novita Pratika Ismayanti SE,
otak,
parenting,
praktisi,
PurwacarakamSolo Grand Mall,
Sinta SPd MSi MA
Langganan:
Postingan (Atom)
