Tampilkan postingan dengan label John Hopkin University. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label John Hopkin University. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2012

Teh Hijau Meningkatkan Fungsi Otak Penderita HIV

Jiang Zhi Tea Teh Hijau
Plus Anti Lemak
Khasiat daun teh hijau telah ditemukan sejak ratusan abad lalu. Sebagai minuman yang kaya antioksidan, dapat menurunkan berat badan Anda, ternyata teh hijau juga dapat menjalankan fungsinya pada otak.

Terutama, untuk meningkatkan fungsi otak pada penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa teh hijau dan cokelat dapat membantu mengurangi komplikasi neurologis yang terkait dengan HIV. Artinya, temuan ini dapat membuka jalan untuk pengobatan yang terbilang efektif agar terbebas dari gangguan kognitif seperti sulit mengingat, berpikir, dan gangguan pada memori.

Seorang peneliti dan rekannya dari Universitas Johns Hopkins, Josep Steiner adalah para penemunya. Ia menemukan bahwa sekelompok tanaman yang dikenal dengan polifenol catechin, seperti teh hijau dan biji-bijian dari pohon kakao dapat membantu pencegahan komplikasi neurologis.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Neurovirology ini telah menganalisis efek dari 2.000 senyawa yang mengandung zat alami, obat-obatan yang telah disetujui oleh FDA, pada sel-sel otak manusia (pasien HIV).

Serangkaian senyawa tersebut, ternyata memiliki potensi untuk melindungi neuron di otak. Lebih lanjut, senyawa polifenol yang terdapat dalam teh hijau dan cokelat ternyata memiliki potensi untuk melindungi neuron di otak, dengan cara menginduksi produksi perkembangan sel-sel saraf baru di otak.

Dengan begitu, fakta yang didapatkan bahwa senyawa ini dengan mudah melintasi penghalang darah menuju otak, guna meningkatkan potensi terapi mereka.

Hal ini, tentunya dapat memberikan harapan baru bagi penderita HIV, karena sampai saat ini belum cukup tersedia terapi saraf bagi pasien HIV terkait dengan penurunan kognitif.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Brain Derived Neurotrophic factor (BDNF) adalah sebuah protein yang terdapat dalam otak, berfungsi mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan neuron di otak.

Penderita HIV ditemukan memiliki tingkat BDNF yang rendah di otak mereka, dibandingkan dengan orang sehat. Secara langsung, hal ini menunjukkan bahwa BDNF bertanggungjawab penuh atas penurunan kognitif mereka.

Selasa, 13 Maret 2012

Brokoli & Kanker

Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi di dalamnya. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.

Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat.Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati.

Temuan dari peneliti di John Hopkins University itu mengungkapkan bahwa ada sebuah kandungan dalam brokoli yang mampu mencegah perkembangan tumor hingga 60 persen.Brokoli juga menunjukan pengurangan ukuran tumor yang tidak berkembang hingga 75 persen.

Dalam rangka memaksimalkan khasiatnya,ambilah brokoli mentah yang telah dicuci atau yang baru saja dimasak. masukkan brokoli itu dalam daftar diet anda setidaknya dua kali seminggu.

Manfaat lain dari brokoli adalah bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan resiko katarak, memperbaiki kesehatan jantung, memelihara kepadatan tulang dan mencegah lahir cacat pada bayi.

Seperti dikutip dari female first, brokoli merupakan salah satu makanan yang sarat gizi, tetapi memiliki kalori yang rendah, selain itu, sayuran ini juga sering menjadi plihan yang sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...