Tampilkan postingan dengan label candu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label candu. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Apa yang Menyebabkan Sulitnya Berhenti Merokok?

Jika saja berhenti merokok semudah mengatakannya, pasti sudah banyak yang bisa berhenti merokok. Meski sadar rokok itu berbahaya, tapi selalu ada alasan yang membuat perokok kembali lagi pada kebiasaan buruknya. Lalu, apa sih alasan para perokok sulit untuk berhenti merokok?

Dikutip detikHealth, ada dua alasan yang membuat perokok sulit lepas dari rokok, yaitu karena kecanduan dan kebiasaan. Nikotin punya efek candu yang sangat besar sehingga tak heran jika para perokok mengeluh sulit sekali berhenti merokok. Ketika seseorang merokok, partikel-partikel nikotin akan masuk ke dalam paru-paru. Nikotin kemudian akan diserap oleh darah, sama halnya seperti oksigen yang dihirup saat bernafas. Perjalanan nikotin dalam darah akhirnya sampai pada otak, yang kemudian mengaktifkan hormon dopamin untuk dilepaskan.

Dopamin adalah zat kimia yang membuat seseorang merasakan sensasi enak, nyaman dan tenang. Itulah yang membuat perokok sulit berhenti, karena ia kecanduan rasa enak dan nyaman tersebut. Ia lebih memilih merasakan perasaan senang sesaat daripada efek kesehatan jangka panjangnya. Ketika pecandu rokok ingin berhenti merokok, ia akan mengalami gejala seperti sakit kepala, pusing, mual-mual, bergetar, batuk, mulut kering, pusing-pusing, lemah, sakit perut, lapar, insomnia bahkan frustasi.

Oleh sebab itu, banyak perokok yang sulit berhenti karena menghindari gejala-gejala tersebut. Selain efek candu, faktor kebiasaan sangat mempengaruhi perokok. Sekali orang mengenal rokok, maka sebagian besar hidupnya akan dihantui perasaan ingin merokok.Awalnya mereka menikmati rasanya memegang rokok, lama kelamaan akan terasa janggal jika tidak ada rokok di tangannya.

Langkah yang dilakukan perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok biasanya dengan mencari teman yang punya keinginan sama untuk berhenti merokok, melakukan latihan pernafasan dan mengganti kegiatan merokok dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Namun jika semua itu tidak berhasil menjauhkan seseorang dari rokok, mungkin bisa menggunakan teknik hypnotherapy, akupunktur, laser terapi, permen karet nikotin, rokok herbal, permen nikotin pelega tenggorokan, dan teknik lainnya. Dengan kemauan yang kuat dan strategi yang benar, tidak ada yang tidak bisa dilakukan, termasuk berhenti merokok.

Selasa, 23 April 2013

Kecanduan iPad, Bocah Ini Jalani Detoks Digital

London - Seorang bocah lelaki asal Inggris berumur 4 tahun dilaporkan kecanduan iPad. Dokter yang menanganinya menyatakan anak itu merupakan satu dari pasien-pasiennya yang menunjukkan perilaku candu karena menggunakan perangkat tablet sejak usia dini.

Dokter itu menjelaskan, anak ini sangat kecanduan dengan games di iPad milik orang tuanya. Jika dilarang memainkan iPad, maka anak ini akan marah dan menarik kembali iPad tersebut.

Dari hasil survei, sebagian besar orang tua membiarkan anak mereka yang masih balita menggunakan ponsel pintar atau komputer tablet untuk bermain game digital. Hanya satu dari tujuh orang tua yang memberi batasan waktu bagi anak mereka dalam menggunakan perangkat digital tersebut.

Seorang psikiater, Richard Graham, dari Capio Nightingale Clinic di London mengatakan sebenarnya masih banyak bocah lain yang mengalami kecanduan serupa. Ia menyarankan orang tua agar segera mencari bantuan. Alasannya, jika kecanduan ini ini berlangsung sampai usia 11 tahun, maka akan semakin sulit memulihkannya. Pemulihannya bisa sampai menjalani rawat inap.

Adapun biaya pemulihannya mencapai 16 ribu Poundsterling atau Rp 237 juta per bulan untuk melakukan detoksifikasi digital. Agar anak-anak Anda terhindar dari kecanduan iPad, Graham menyarankan agar orang tua tidak sembarangan meletakkan komputer tablet mereka.

"Warna-warna menarik pada iPad membuat anak-anak tertarik untuk mencoba memainkannya," katanya. Jika tidak, anak-anak itu tak akan berhenti bermain sehingga menjadi kecanduan. Tandanya, jika perilaku bermain iPad itu sudah tidak terkontrol dan sulit dijauhkan.

Sementara di tempat penitipan anak, Tanith Carey menyebutkan iPad, iPod dan smartphone sudah menjadi mainan lazim bagi bayi dan balita.

Sumber: *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...