Untuk orang tua yang memiliki Balita tentu pernah mengalami apa yang saya alami, melihat anak batuk, pilek dan susah mengeluarkan lendir atau dahaknya, tentu akan merasa iba dan berusaha membantu bagaimana anak cepat sembuh.
Pada anak yang memiliki asma, seperti anak saya, batuk dan pilek terkadang menjadi penyebab timbulnya sesak, hingga anak sulit bernafas dan timbul bunyi ‘ngik’ saat bernafas.
Karena anak-anak cenderung sulit untuk mengeluarkan lendir/dahak, maka ada beberapa dokter anak yang merekomendasikan terapi inhalasi (penguapan) untuk membantu proses penyembuhan batuk pada anak-anak. Satu periode biasanya sebanyak 5 kali kunjungan terapi.
Terapi Inhalasi menggunakan alat yang disebut Nebulizer, yaitu alat yang dapat mengubah obat dalam bentuk larutan menjadi uap yang dapat dihirup oleh anak dan biasanya setelah penguapan akan dillanjutkan tepukan pada punggung dan dada. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi sesak pada asma dan mengencerkan dahak hingga mudah dikeluarkan.
Dulu setiap kali terapi, saya membawa anak saya ke RS atau dokter yang membuka praktek terapi inhalasi, namun akhirnya saya memutuskan untuk memiliki nebulizer sendiri di rumah dengan alasan sebagai berikut : Selanjutnya *
Tampilkan postingan dengan label larutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label larutan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 Juli 2013
Minggu, 04 Desember 2011
Naproxen: Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid yang Digunakan untuk Meredakan Gejala Arthritis
Naproxen adalah obat anti-inflamasi nonsteroid yang digunakan untuk meredakan gejala arthritis (baik osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ataupun arthritis pada anak-anak) seperti peradangan, bengkak kaku, dan nyeri sendi.
Naproxen juga membantu meredakan gejala ankylosing spondylitis, jenis arthritis yang mempengaruhi sendi di tulang belakang. Obat ini tidak menyembuhkan artritis dan akan membantu meringankan gejala hanya selama terus untuk digunakan.
Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, termasuk encok akut dan kondisi menyakitkan lainnya seperti bursitis, tendonitis, atau kram menstruasi. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter dalam sediaan tablet dan larutan.
Indikasi
Untuk mengobati berbagai nyeri pada gejala arthritis (radang sendi), baik osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ataupun arthritis pada anak-anak, hingga encok akut. Juga dapat mengobati rasa nyeri akibat bursitis, tendonitis, atau kram menstruasi
Dosis
Bentuk sediaan tablet dan larutan:
Untuk mengobati rheumatoid arthritis, osteoarthritis dan ankylosing spondylitis:
Dewasa: Pada awalnya, 250 mg (10 ml / 2 sendok teh), 375 mg (15 ml / 3 sendok teh), atau 500 mg (20 mL / 4 sendok teh) dua kali sehari di pagi dan malam hari. Dokter dapat meningkatkan dosis sesuai kebutuhan hingga total 1.500 mg per hari.
Anak-anak di atas usia 2 tahun: Dosis didasarkan pada berat badan dan harus ditentukan oleh dokter. Pada awalnya, 5 mg per kg berat badan dua kali sehari.
Untuk bursitis, tendonitis, kram menstruasi, dan nyeri jenis lain:
Dewasa: 500 mg untuk dosis pertama, kemudian 250 mg setiap enam sampai delapan jam sesuai kebutuhan.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk encok akut:
Dewasa: 750 mg untuk dosis pertama, kemudian 250 mg setiap delapan jam sampai rsab nyeri reda.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Bentuk sediaan tablet extended-release
Untuk rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis:
Dewasa: Pada awalnya, 375 atau 500 mg dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga total 1.500 mg per hari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Natrium naproxen bentuk sediaan tablet:
Untuk spondilitis rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan spondilitis:
Dewasa: Pada awalnya, 275 atau 550 mg dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga total 1.500 mg per hari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk bursitis, tendonitis, kram menstruasi, dan jenis lain dari nyeri:
Dewasa: 550 mg untuk dosis pertama, kemudian 550 mg setiap dua belas jam atau 275 mg setiap enam sampai delapan jam sesuai kebutuhan. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga total 1.375 mg per hari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk encok akut:
Dewasa: 825 mg untuk dosis pertama, kemudian 275 mg setiap delapan jam sampai nyeri reda.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Komposisi
Naproxen
Sumber: MayoClinic
Naproxen juga membantu meredakan gejala ankylosing spondylitis, jenis arthritis yang mempengaruhi sendi di tulang belakang. Obat ini tidak menyembuhkan artritis dan akan membantu meringankan gejala hanya selama terus untuk digunakan.
Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, termasuk encok akut dan kondisi menyakitkan lainnya seperti bursitis, tendonitis, atau kram menstruasi. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter dalam sediaan tablet dan larutan.
Indikasi
Untuk mengobati berbagai nyeri pada gejala arthritis (radang sendi), baik osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ataupun arthritis pada anak-anak, hingga encok akut. Juga dapat mengobati rasa nyeri akibat bursitis, tendonitis, atau kram menstruasi
Dosis
Bentuk sediaan tablet dan larutan:
Untuk mengobati rheumatoid arthritis, osteoarthritis dan ankylosing spondylitis:
Dewasa: Pada awalnya, 250 mg (10 ml / 2 sendok teh), 375 mg (15 ml / 3 sendok teh), atau 500 mg (20 mL / 4 sendok teh) dua kali sehari di pagi dan malam hari. Dokter dapat meningkatkan dosis sesuai kebutuhan hingga total 1.500 mg per hari.
Anak-anak di atas usia 2 tahun: Dosis didasarkan pada berat badan dan harus ditentukan oleh dokter. Pada awalnya, 5 mg per kg berat badan dua kali sehari.
Untuk bursitis, tendonitis, kram menstruasi, dan nyeri jenis lain:
Dewasa: 500 mg untuk dosis pertama, kemudian 250 mg setiap enam sampai delapan jam sesuai kebutuhan.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk encok akut:
Dewasa: 750 mg untuk dosis pertama, kemudian 250 mg setiap delapan jam sampai rsab nyeri reda.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Bentuk sediaan tablet extended-release
Untuk rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis:
Dewasa: Pada awalnya, 375 atau 500 mg dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga total 1.500 mg per hari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Natrium naproxen bentuk sediaan tablet:
Untuk spondilitis rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan spondilitis:
Dewasa: Pada awalnya, 275 atau 550 mg dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga total 1.500 mg per hari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk bursitis, tendonitis, kram menstruasi, dan jenis lain dari nyeri:
Dewasa: 550 mg untuk dosis pertama, kemudian 550 mg setiap dua belas jam atau 275 mg setiap enam sampai delapan jam sesuai kebutuhan. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga total 1.375 mg per hari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk encok akut:
Dewasa: 825 mg untuk dosis pertama, kemudian 275 mg setiap delapan jam sampai nyeri reda.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Komposisi
Naproxen
Sumber: MayoClinic
Label:
ankylosing spondylitis,
anti-inflamasi,
arthritis,
larutan,
Naproxen,
non-steroid,
nyeri ringan,
nyeri sedang,
osteoarthritis,
resep dokter,
rhematoid arthritis,
tablet
Langganan:
Postingan (Atom)
